Daftar gaji SPPI Koperasi Merah Putih 2026 dan Bangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Sukabumi/ Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Informasi terkait struktur program gaji sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) dalam program Koperasi Merah Putih (KMP) tahun 2026 mulai beredar di publik. Sebuah tabel yang memuat estimasi gaji berbagai posisi manajerial menunjukkan kisaran pendapatan yang dinilai cukup kompetitif dibanding koperasi di tingkat daerah.
Dalam tabel tersebut, posisi Manajer Utama di tingkat pusat disebut memiliki estimasi gaji pokok sekitar Rp15.500.000 per bulan, ditambah tunjangan kinerja Rp7.500.000. Total penghasilan jabatan ini diperkirakan menembus lebih dari Rp23 juta per bulan.
Sementara itu, Manajer Wilayah diperkirakan menerima gaji pokok sekitar Rp10.200.000 dengan tambahan tunjangan Rp4.800.000, sehingga total penghasilan mencapai kisaran Rp15 juta per bulan.
Di tingkat operasional, Manajer Cabang disebut memperoleh gaji pokok Rp7.500.000 dengan tunjangan Rp2.500.000. Sedangkan Asisten Manajer diperkirakan menerima gaji pokok Rp5.500.000 dengan tambahan tunjangan sekitar Rp1.500.000.
Menanggapi beredarnya informasi tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Samsul Bahri, menyatakan pihaknya belum dapat memastikan kebenaran tabel gaji yang beredar.
Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara.id
“Terkait poster tabel gaji itu, kami belum bisa memastikan kebenarannya. Tentunya ada pihak yang lebih berwenang untuk menyampaikan secara resmi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Samsul menekankan pentingnya sinergi antara program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah berjalan.
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/iket-sunda-simbol-kesatuan-jati-diri-yang-bertahan-di-tengah-gempuran-zaman/
“Sinergi KDMP dengan BUMDes menjadi harapan kami, agar BUMDes tetap berkembang dan dapat menjadi mitra strategis koperasi di setiap desa,” jelasnya melalui seluler.
Terkait potensi tumpang tindih peran kelembagaan, ia menegaskan bahwa pola kerja sama akan disesuaikan dengan potensi masing-masing desa.
“Kami akan mengkaji pola kerja sama yang tepat agar tercipta hubungan simbiosis mutualisme antara BUMDes dan KDMP, terpenting adalah dampaknya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” pungkasnya.
Reporter: Asep M-Rhe
Redaktur: Rapik Utama







