Pembangunan Revitalisasi SDN 1 Warungkiara Kabupaten Sukabumi senilai Rp829 juta/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Proyek revitalisasi SD Negeri 1 Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang dibiayai dari APBN tahun anggaran 2025 senilai Rp829.521.084, menuai sorotan. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) ini diduga dikerjakan tidak sesuai standar teknis konstruksi bangunan sekolah.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah bagian bangunan menggunakan besi beton berdiameter kecil yang kualitasnya diragukan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran bangunan tidak mampu menopang kekuatan jangka panjang, padahal sekolah akan dipakai kegiatan belajar-mengajar siswa dengan rasa aman dan nyaman.
Tak hanya itu, proses pembangunan juga dinilai tidak sepenuhnya dikerjakan dari nol. Sebagian bangunan lama hanya direnovasi dengan menambah ketinggian tembok menggunakan bata, sementara tembok belakang terlihat keropos. Hanya sebagian kecil bangunan yang benar-benar dibangun baru. Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar terkait efektivitas penggunaan anggaran ratusan juta rupiah tersebut.

Sejumlah warga menyayangkan kondisi itu. Mereka menilai pelaksanaan proyek terkesan asal. “Harusnya kalau revitalisasi ya dibangun ulang dengan standar yang benar. Kalau hanya ditambal begini, khawatir cepat rusak dan membahayakan,” ujar salah seorang warga sekitar yang enggan disebut identitasnya.
Berdasarkan papan informasi proyek, revitalisasi SDN 1 Warungkiara dijadwalkan berlangsung sejak 20 Agustus hingga 31 Desember 2025. Namun, dengan pantauan dilokasi masyarakat berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi maupun aparat pengawas segera turun tangan untuk mengevaluasi pengerjaan agar sesuai spesifikasi.
Revitalisasi sekolah seharusnya menjadi langkah strategis meningkatkan sarana pendidikan dan kenyamanan belajar siswa. Tetapi jika pengerjaan dilakukan asal-asalan, tujuan tersebut dikhawatirkan tidak tercapai dan justru menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SDN 1 Warungkiara maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi belum memberikan keterangan resmi meskipun upaya konfirmasi terus dilakukan.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







