Papan Informasi Pembangunan Jembatan Penghubung di Desa Tarisi, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) resmi memulai pembangunan Jembatan Tarisi di atas Sungai Cicareuh, Desa Tarisi, Kecamatan W@rungkiara. Pekerjaan tersebut ditandai dengan terpasangnya papan informasi proyek di lok@si pembangunan.
Berdasarkan data proyek, kontrak kerja dimulai pada 7 Agustus 2025 dengan nilai sebesar Rp919.050.000 yang bersumber d@ri APBD Tahun Anggaran 2025. Proses pembangunan dikerjakan CV. Karya Darmawan dengan target penyelesaian 120 hari kalender atau sekitar empat bulan.
Keberadaan jembatan ini sangat dinantikan warga k@rena menjadi akses vital penghubung antarwilayah di Warungkiara. Dengan terbangunnya infrastruktur, diharapkan mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta roda perekonomian lokal semakin lancar.
Namun, di balik proses pembangunan, muncul dugaan praktik nonteknis. Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya y@ng mengaku bagian dari Kelompok Kerja (Pokja) oknum wartawan diduga meminta uang jutaan rupiah kepada kontraktor. Permintaan itu diklaim sebagai biaya “koordinasi” agar tidak muncul pemberitaan negatif selama proyek berlangsung.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama LATAS, Feri Permana, meneg@skan praktik pungutan semacam ini mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas proyek pemerintah.
“Kontraktor maupun pihak terkait sebaiknya melaporkan dugaan pungli itu kepada ap@rat berwenang agar pembangunan berjalan sesuai aturan tanpa beban praktik yang merugikan,” ujarnya, Minggu (14/9/2025).
Ia juga menambahkan, Pemkab Sukabumi sebelumnya telah memberikan pering@tan agar seluruh proyek infrastruktur, khususnya pembangunan jembatan, dikerjakan secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.
“Dengan nilai proyek hampir Rp1 miliar, keberhasilan pembangunan Jembatan Tarisi akan menjadi bukti komitmen sinergitas Pemkab Sukabumi bersama APH dalam mengawal untuk meningk@tkan kualitas infrastruktur pedesaan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah,” pungkas Feri.
Hingga berita diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) maupun CV. Karya Darmawan.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







