Home / Kabar Daerah

Selasa, 3 Juni 2025 - 21:21 WIB

Kontroversi 100 Hari Kerja Wali Kota Sukabumi, HMI Lapor ke Kemendagri Desak Tiga Tuntutan! 

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi resmi melaporkan Wali Kota Sukabumi ke Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Itjen Kemendagri) Republik Indonesia/ Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Bertepatan momentum 100 hari kerja Wali Kota Sukabumi, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi resmi melaporkan Wali Kota Sukabumi ke Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Itjen Kemendagri) Republik Indonesia, Selasa (3/6/2025).

Laporan HMI menyoroti keputusan kontroversial kepala daerah membentuk Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) dan Tim Penasehat Wali Kota. Kebijakan tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik serta tidak sejalan dengan arah kebijakan nasional.

Sekretaris Bidang Hukum dan HAM HMI Cabang Sukabumi, Akmal Fajriansyah, menyebut pembentukan kedua tim itu berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan bertentangan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.

Baca: https://mediaaksara.id/wow-anggaran-bikin-geregetan-dana-pilkada-2029-di-sukabumi-disiapkan-120-miliar/

“Inpres tersebut menekankan pentingnya efisiensi dalam tata kelola pemerintahan daerah serta perlunya sinergi program pusat dan daerah, tanpa menambah beban struktur non formal yang tidak memiliki akuntabilitas jelas,” tegas Akmal dalam keterangan resmi kepada MediaAksara.

Lebih lanjut, HMI menilai pembentukan TPPD dan Tim Penasehat juga bertentangan dengan semangat Asta Cita Presiden RI. Penambahan struktur ad-hoc tersebut dinilai justru memperumit birokrasi, membuka ruang penyalahgunaan kewenangan, serta melemahkan keselarasan antara pusat dan daerah sebagaimana diatur dalam Pasal 10 ayat (3) huruf b UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Terkait hal ini, HMI Cabang Sukabumi menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Itjen Kemendagri, yaitu:

Baca: https://mediaaksara.id/hmi-soroti-etika-rangkap-jabatan-dprd-sukabumi-potensi-konflik-kepentingan-dan-krisis-integritas/

1. Evaluasi dan pembatalan kebijakan pembentukan TPPD dan Tim Penasehat, karena dinilai tidak efisien dan bertolak belakang dengan kebijakan nasional.

2. Pemberian sanksi administratif terhadap Wali Kota Sukabumi, karena dianggap tidak menjunjung prinsip good governance dan semangat reformasi birokrasi.

3. Audit menyeluruh terhadap kebijakan dan penggunaan APBD Kota Sukabumi Tahun 2025, guna memastikan efektivitas, efisiensi, dan orientasi terhadap kebutuhan masyarakat.

“Langkah ini merupakan bentuk kontrol publik dalam menjaga integritas pemerintahan daerah,” tambah Akmal.

Baca: https://mediaaksara.id/hmi-sukabumi-kecam-wali-kota-mangkir-dari-hearing-dprd-akuntabilitas-dipertanyakan/

HMI juga mendesak pemerintah pusat agar segera memanggil Wali Kota Sukabumi serta memberikan pembinaan khusus kepada Pemerintah Kota Sukabumi demi menjamin keselarasan kebijakan dengan visi pembangunan nasional.

 

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

DPU Sukabumi Usulkan Perbaikan TPT Jalan Cibatu–Cicantayan yang Rusak

Kabar Daerah

Laskar Fisabilillah Soroti Pengawasan Miras di Sukabumi, Pemkot Didesak Bertindak

Kabar Daerah

Terjerat Kasus Dugaan Pencurian di Toserba Sukabumi, Driver Ojol Berharap Keadilan Restoratif di Polsek Cibadak

Kabar Daerah

Kekeringan Berlanjut: BPBD Sukabumi Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk 200 KK Warga Cikakak

Kabar Daerah

Petani Bagja Sutra Kobarkan Semangat Perjuangan Reforma Agraria dan Janji Relokasi Lahan Yon TP Ditagih Rakyat! ‎

Kabar Daerah

Petani Sukabumi Kawal Kesepakatan Lahan Relokasi Batalion TP 345, Bukan Sekadar Janji Redam Aksi Rakyat ‎

Kabar Daerah

Jalan Mareleng–Kadaleman Rusak, UPTD PU Jampangkulon: Perbaikan Diusulkan Anggaran Perubahan  ‎

Kabar Daerah

HUT ke-67 Pemuda Pancasila Sukabumi Gelar Aksi Sosial dan Layanan Gratis ‎