Home / Khazanah

Jumat, 11 April 2025 - 21:55 WIB

Sukabumi Nyaah Ka Indung: Menebar Kasih, Merawat Peradaban

DP3A Dukung Sukabumi Nyaah Ka Indung: Menebar Kasih, Merawat Peradaban Perempuan Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Bupati Sukabumi, Asep Japar, resmi meluncurkan program Sukabumi Nyaah Ka Indung (Sayang kepada Ibu) di Pendopo Sukabumi, Jumat, 11 April 2025. Program ini merupakan turunan dari program unggulan Provinsi Jawa Barat, Jabar Nyaah Ka Indung, yang digagas Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Menurut Bupati Asep, Sukabumi Nyaah Ka Indung adalah wujud nyata dari komitmen daerah dalam menempatkan perempuan, khususnya para ibu, sebagai pilar utama pembangunan keluarga dan masyarakat. Fokus utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan terhadap perempuan, terutama ibu-ibu lanjut usia (Lansia).

“Program ini bukan sekadar kepedulian, tetapi bentuk nyata dari komitmen terhadap perlindungan dan pemberdayaan kaum perempuan, khususnya ibu lansia,”tukas Bupati di Pendopo Kabupaten Sukabumi.

Baca: https://mediaaksara.id/viral-irt-bingung-suami-minta-3-juta-di-lapas-warungkiara-diduga-ada-utang-dan-ancaman-humas-lapas-sedang-ditelusuri-kebenarannya/

Melalui program ini, setiap pejabat di lingkungan Pemkab Sukabumi, mulai dari eselon II hingga IV, serta para direktur rumah sakit dan BUMD, diwajibkan memiliki indung asuh. Setiap bulan, mereka akan memberikan bantuan secara rutin, disesuaikan dengan keikhlasan dan kemampuan masing-masing.

Bupati Sukabumi bersama Pejabat Eselon II-IV di DP3A Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa

Bupati Sukabumi bersama Pejabat Eselon II-IV di DP3A Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa

Bupati Asep menekankan agar para pejabat menjalankan program ini dengan penuh keikhlasan, dan menganggap indung asuh sebagai orangtua sendiri. Terlebih, mayoritas dari mereka adalah janda atau lansia yang tidak memiliki penghasilan tetap serta masih memiliki tanggungan keluarga.

Baca: https://mediaaksara.id/banjir-lumpur-pt-golden-mengelak-tudingan-wabup-sukabumi-aktivitas-dihentikan/

“Kita semua harus ikhlas dalam menjalankan program ini. Ini bukan hanya baik, tapi luar biasa. Mari kita teruskan bersama demi Sukabumi yang lebih manusiawi dan berbudaya,” ujarnya.

Baca: https://mediaaksara.id/dpmd-sukabumi-286-desa-sudah-salurkan-dana-desa-pemdes-yang-belum-segera-usulkan/

Bupati juga meyakini, program ini menjadi momen penting dalam menebar kebaikan sekaligus mempercepat terwujudnya Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Barokah (Sukabumi Mubarokah).

Ditempat yang sama ,Kepala DP3A Sukabumi, Eki Radiana Rizki mengatakan, Program Sukabumi Nyaah Ka Indung bukan sekadar program kerja, tapi panggilan hati. Hal ini adalah ladang amal sekaligus bentuk penguatan peran ibu dalam membentuk peradaban. Sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) .

Baca: https://mediaaksara.id/sawah-jadi-kolam-lumpur-bupati-sukabumi-ancam-cabut-izin-tambang-emas-cihaur/

“Saya mengajak seluruh jajaran DP3A menjadikan program ini sebagai gerakan nurani. Mari kita laksanakan dengan cinta, karena ketika kita menyayangi ibu, sejatinya kita sedang merawat akar kehidupan. Semoga langkah ini membawa keberkahan bagi Sukabumi Mubarokah.” tutur Eki.

 

Reporter : Anggita TA. Rahman

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Khazanah

Syahriahan IPHI Jampangkulon: Momentum Perkuat Ukhuwah Islamiyah dan Kepedulian Sosial

Khazanah

‎Kemarau Melanda, Forkopimcam Jampangkulon Gelar Salat Istiska Mohon Hujan Segera Turun ‎

Khazanah

Tasyakuran HJKS ke-156, Pemkab Sukabumi Gelar KTT 30 Juz dan Rangkaian Puncak Hari Jadi

Khazanah

Maulid Nabi di Desa Tanjung, Momentum Tablig Akbar Meneladani Akhlak Rasulullah  ‎

Khazanah

PORSEKA XII Al Hulaemiyah Jampangkulon Dorong Santri Berprestasi dan Berakhlak ‎

Khazanah

Hikmah Maulid Nabi 1448 H, Kelurahan Surade Bangkitkan Semangat Islami dan Kebersamaan Warga

Khazanah

Pengukuhan MUI Kabupaten Sukabumi 2026–2031: Menguatkan Sinergi Ulama dan Umara untuk Sukabumi Mubarakah

Khazanah

Ponpes Assalam Sukabumi Milad ke-43 Mengabdi, Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak Mulia ‎