KCD Wilayah V Jawa Barat menggelar sosialisasi SPMB 2026 di SMKN 1 Cibadak dihadiri camat, kepala desa, dan komite sekolah wilayah Sukabumi utara / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID — Persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA, SMK, dan SLB tahun 2026, Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah V Provinsi Jawa Barat menggelar Sosialisasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung dan Reguler.
Kegiatan telah berlangsung di Aula SMKN 1 Cibadak, Jalan Al-Muwahhiddin, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (20/5/2026). Sosialisasi dihadiri unsur pemerintah dari 23 kecamatan di wilayah Sukabumi Utara, para lurah, kepala desa, ketua komite sekolah negeri maupun swasta, serta kepala sekolah.
Kegiatan digelar sebagai langkah memperkuat sinergi antarinstansi sekaligus memastikan informasi mengenai mekanisme penerimaan siswa baru dapat tersampaikan secara merata kepada masyarakat.
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/20-proyek-sda-sukabumi-mulai-bergerak-dinas-pu-warning-keras-rekanan-nakal/
Camat Cidahu, Tamtam Alamsyah, menilai sosialisasi SPMB sangat penting mengingat sistem penerimaan sekolah terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun.

“Sosialisasi ini sangat bermanfaat, apalagi sekarang sistem penerimaan sekolah terus mengalami perubahan. Dengan melibatkan para camat dan kepala desa, informasi dapat lebih cepat tersampaikan kepada masyarakat sehingga warga lebih memahami proses dan mekanisme yang berlaku,” ujarnya kepada MediaAksara.
Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara.id
Menurutnya, keterlibatan pemerintah kecamatan dan desa menjadi strategi efektif agar masyarakat lebih cepat menerima informasi sekaligus memahami tahapan dan ketentuan dalam pelaksanaan SPMB 2026.
Ia berharap, ke depan pelaksanaan sistem penerimaan murid baru di Kabupaten Sukabumi, khususnya di wilayah Cidahu, semakin informatif dan mudah dipahami masyarakat. Dengan demikian, kesempatan bagi siswa berprestasi dapat tersalurkan secara lebih terbuka dan transparan.
“Tentu harapannya masyarakat semakin paham, sehingga peluang bagi anak-anak yang berprestasi bisa diketahui secara jelas,” tambahnya.
Terkait potensi kendala, terutama persoalan jaringan dan teknis lainnya, Tamtam mengakui hal tersebut kemungkinan masih akan terjadi meskipun program telah dipersiapkan dengan baik.
“Sekalipun programnya sudah baik, kendala pasti ada. Namun nanti akan diupayakan penyelesaiannya, sehingga hak anak untuk mendapatkan layanan pendidikan tetap bisa terpenuhi dengan baik,” pungkasnya.
Reporter: De
Redaktur: Rapik Utama







