Home / Kabar Daerah

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:33 WIB

Mahasiswa Soroti Dana Umat, BAZNAS Sukabumi Buka Progres RSB Bebeza Capai 60 Persen

SIMPUL Sukabumi menggelar aksi damai di kantor BAZNAS Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa

SIMPUL Sukabumi menggelar aksi damai di kantor BAZNAS Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa

Aksi mahasiswa SIMPUL Sukabumi menyoroti transparansi dana umat dan progres pembangunan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Bebeza / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID — Solidaritas Independen Mahasiswa dan Pemuda Utilitarianisme (SIMPUL) Sukabumi menggelar aksi di depan kantor BAZNAS Kabupaten Sukabumi, Kamis (7/5/2026). Dalam aksi, massa menyoroti dugaan mangkraknya pembangunan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Bebeza serta meminta transparansi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Para peserta aksi membawa poster bertuliskan “Evaluasi BAZNAS Kabupaten Sukabumi” dan “Ke Mana Aliran Dana Umat?”. Mereka mempertanyakan kejelasan pembangunan RSB Bebeza yang sejak awal dirancang sebagai fasilitas layanan kesehatan sosial bagi masyarakat.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi, Unang Sudarma bersama pengurus lainnya menemui massa aksi.


Dalam keterangannya, Aang membantah proyek pembangunan RSB Bebeza berada dalam kondisi mangkrak. Ia menegaskan pembangunan masih berjalan dan dilakukan secara bertahap melalui mekanisme swadaya dari penghimpunan dana ZIS masyarakat.

Ketua BAZNAS Sukabumi Unang Sudarma menyebut pembangunan telah mencapai 60 persen dengan anggaran Rp7,5 miliar/ Foto: Istimewa
Ketua BAZNAS Sukabumi Unang Sudarma menyebut pembangunan telah mencapai 60 persen dengan anggaran Rp7,5 miliar/ Foto: Istimewa

“Pembangunan RSB Bebeza sangat bergantung pada akumulasi dana ZIS yang terhimpun, termasuk dari kupon infak Rp5.000 melalui UPZ setiap bulan Ramadhan,” ujarnya.

Menurutnya, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 60 persen dengan penyerapan anggaran sebesar Rp7,5 miliar dari total rencana anggaran Rp14,2 miliar. Ia berharap pembangunan dapat rampung pada tahun ini dengan dukungan masyarakat.


Sementara itu, Koordinator aksi SIMPUL, Norman, menegaskan aksi bukan bentuk penolakan terhadap zakat maupun lembaga sosial keagamaan. Ia menyebut aksi dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial agar pengelolaan dana umat berjalan transparan dan akuntabel.

“Kami mempertanyakan transparansi penghimpunan zakat ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi serta penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang bersumber dari masyarakat,” tegasnya.

Menjawab hal tersebut, Aang menjelaskan dana ZIS yang dihimpun telah disalurkan kembali kepada masyarakat melalui sejumlah program layanan, meliputi bidang kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, ekonomi, serta dakwah dan advokasi.


Ia juga memaparkan realisasi pendistribusian dana ZIS tahun 2025, di antaranya:

Bidang kesehatan: 3.475 penerima manfaat

Bidang pendidikan: 242 penerima manfaat

Bidang kemanusiaan: 38.755 penerima manfaat

Bidang ekonomi: 326 penerima manfaat

Bidang dakwah dan advokasi: 6.820 penerima manfaat

Sebagai bentuk peningkatan keterbukaan informasi publik, BAZNAS Kabupaten Sukabumi berkomitmen akan memublikasikan aktivitas pengelolaan dana umat secara berkala melalui laman resmi mereka.

 

Reporter: M. Afnan

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Tekuni Usaha Batu Bata Selama 3 Tahun, Pengrajin di Jampangkulon Raup Rp3 Juta per Bulan

Kabar Daerah

Warga Cikembar Residence Tagih Janji Developer, Split SPPT Tak Kunjung Rampung! Ini Kata Bapenda Sukabumi 

Kabar Daerah

Developer Cikembar Residence Dorong Percepatan Split SPPT PBB Warga Perum

Kabar Daerah

Bangunan Masjid Cisayar Sukabumi Terbengkalai, KLIMAKS Desak Pertanggungjawaban Publik

Kabar Daerah

2 Ribu Pohon Ditanam di Kaki Gunung Walat, LSM Dampal Jurig Gaungkan “Hejokeun Leuweung”

Kabar Daerah

PMI dan JRCS Latih Warga Sukabumi Siaga Bencana Rawan Gempa dan Tsunami

Kabar Daerah

Demokrasi 67 Suara, Lindawati Resmi Jadi Nahkoda RT di Nagraksari Jampangkulon

Kabar Daerah

4 Bulan Pascabencana, Cijambe Sukabumi Berubah “Kampung Sunyi”, Warga Menunggu Kepastian Relokasi