Home / Kabar Daerah

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:51 WIB

Mahasiswa Soroti Transparansi Dana Umat dan Proyek RSB BAZNAS Sukabumi

Aksi damai SIMPUL Sukabumi soroti dugaan mangkraknya pembangunan RSB Bebeza dan transparansi pengelolaan dana umat di BAZNAS Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID — Solidaritas Independen Mahasiswa dan Pemuda Utilitarianisme (SIMPUL) Sukabumi menggelar aksi damai di depan kantor BAZNAS Kabupaten Sukabumi, Kamis (7/5/2026). Selama aksi, SIMPUL menyoroti dugaan mangkraknya pembangunan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Bebeza serta transparansi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah.

Dalam aksinya, massa membawa poster bertuliskan “Evaluasi BAZNAS Kabupaten Sukabumi” dan “Ke Mana Aliran Dana Umat?”. Mereka menilai proyek RSB Bebeza yang sejak awal dirancang sebagai fasilitas layanan kesehatan sosial belum menunjukkan kejelasan penyelesaian.

Koordinator Presidium SIMPUL Sukabumi, Norman Irawan, menyatakan aksi merupakan bentuk kontrol sosial masyarakat agar pengelolaan dana umat dilakukan secara terbuka dan akuntabel.


Menurutnya, persoalan mangkraknya pembangunan RSB Bebeza tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga berkaitan dengan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana sosial keagamaan.

SIMPUL Sukabumi menggelar aksi damai di kantor BAZNAS Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa
SIMPUL Sukabumi menggelar aksi damai di kantor BAZNAS Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa

Selain menyoroti proyek RSB Bebeza, massa aksi juga mempertanyakan mekanisme penghimpunan zakat ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, penggunaan dana zakat, infak, sedekah, hingga alokasi hibah sekitar Rp6 miliar yang dinilai perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

SIMPUL Sukabumi menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta keterbukaan laporan penghimpunan dan penggunaan dana umat, penjelasan terkait pembangunan RSB Bebeza, transparansi data penerima manfaat bantuan, serta evaluasi tata kelola kelembagaan BAZNAS Kabupaten Sukabumi.


“RSB Bebeza tidak boleh menjadi simbol gagalnya transparansi dana umat. Ketika dugaan pembangunan mangkrak dan publik tidak mendapatkan penjelasan yang utuh, maka wajar apabila kepercayaan masyarakat dipertanyakan,” ujar Norman dalam orasinya.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. SIMPUL Sukabumi menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut melalui jalur konstitusional demi mendorong keterbukaan informasi publik dan penguatan akuntabilitas pengelolaan dana sosial keagamaan di Kabupaten Sukabumi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pimpinan BAZNAS Kabupaten Sukabumi terkait tuntutan maupun aspirasi yang disampaikan massa aksi.

 

Reporter: M. Afnan

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Tekuni Usaha Batu Bata Selama 3 Tahun, Pengrajin di Jampangkulon Raup Rp3 Juta per Bulan

Kabar Daerah

Warga Cikembar Residence Tagih Janji Developer, Split SPPT Tak Kunjung Rampung! Ini Kata Bapenda Sukabumi 

Kabar Daerah

Developer Cikembar Residence Dorong Percepatan Split SPPT PBB Warga Perum

Kabar Daerah

Bangunan Masjid Cisayar Sukabumi Terbengkalai, KLIMAKS Desak Pertanggungjawaban Publik

Kabar Daerah

2 Ribu Pohon Ditanam di Kaki Gunung Walat, LSM Dampal Jurig Gaungkan “Hejokeun Leuweung”

Kabar Daerah

PMI dan JRCS Latih Warga Sukabumi Siaga Bencana Rawan Gempa dan Tsunami

Kabar Daerah

Demokrasi 67 Suara, Lindawati Resmi Jadi Nahkoda RT di Nagraksari Jampangkulon

Kabar Daerah

4 Bulan Pascabencana, Cijambe Sukabumi Berubah “Kampung Sunyi”, Warga Menunggu Kepastian Relokasi