Home / Pemerintahan

Kamis, 23 April 2026 - 20:56 WIB

Proyek Jalan Gudang Rp1,2 Milyar Disorot! Inspektorat Temukan Selisih Pekerjaan, Potensi Kerugian Mulai Terendus

Inspektorat Kota Sukabumi monev uji lapangan pekerjaan proyek Jalan Gudang senilai Rp1, 2 Milyar / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Dugaan ketidaksesuaian proyek infrastruktur kembali mencuat. Kali ini, Inspektorat Kota Sukabumi menemukan indikasi selisih pekerjaan dalam proyek Jalan Gudang senilai Rp1, 2 Milyar yang berpotensi memengaruhi kualitas hasil hingga nilai anggaran.

Berdasarkan hasil uji lapangan sementara, ditemukan adanya kekurangan volume pekerjaan pada salah satu item. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada mutu pembangunan serta akurasi penggunaan anggaran.

Auditor Inspektorat Kota Sukabumi, Saepul Rohman, menegaskan pihaknya tidak melakukan penilaian kinerja proyek, melainkan fokus pada kesesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan kontrak.

“Yang kami lakukan adalah pengujian di lapangan untuk memastikan apakah pekerjaan sudah sesuai dengan kontrak atau belum,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya kekurangan pada pekerjaan galian dengan selisih panjang sekitar 1,5 meter. Namun demikian, temuan tersebut belum bersifat final karena pekerjaan di lapangan masih terbatas pada dua item.

“Penilaian ini masih sementara karena progres pekerjaan belum keseluruhan,” jelasnya.

Menariknya, pada item lain yakni pemasangan pagar seng, justru ditemukan kelebihan panjang dari yang tercantum dalam kontrak. Meski terlihat positif, kondisi ini tetap memerlukan penyesuaian, terutama dalam perhitungan harga satuan agar tidak menimbulkan ketidaksesuaian anggaran.

  • Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara.id

“Panjang pagar seng melebihi kontrak, tetapi kemungkinan perlu penyesuaian dari sisi harga satuannya,” tambah Saepul.

Dalam proses pengawasan, Inspektorat menerapkan audit berbasis laporan progres. Setiap laporan dari pelaksana proyek diverifikasi langsung ke lapangan guna memastikan kesesuaian antara data administrasi dan kondisi riil.

“Kami menerima laporan progres, lalu mencocokkannya langsung dengan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Saat ini, Inspektorat tengah menyusun rekomendasi resmi sebagai tindak lanjut dari temuan tersebut. Dokumen tersebut masih dalam tahap finalisasi dan menunggu persetujuan pimpinan sebelum disampaikan kepada pihak terkait, termasuk Badan Pemeriksa Keuangan.

Sementara itu, nilai potensi kerugian akibat selisih pekerjaan masih dalam proses perhitungan. Nilai tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penindakan selanjutnya.

“Hasil pengukuran sementara menunjukkan kekurangan sekitar 1,5 meter. Nilai rupiahnya masih dihitung untuk tindak lanjut,” ungkapnya.

 

Reporter: Ronald Alexsander

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Clean Energy Day, PLN Sukabumi Perkuat Komitmen Dorong Transisi Energi Bersih

Pemerintahan

Kunker Komisi II DPRD Tangsel ke Sukabumi Soroti Strategi Kelola Pendidikan di Wilayah 47 Kecamatan

Pemerintahan

Perhutani KPH Sukabumi Tabur Benih Pinus Serentak di Takokak, Perkuat Komitmen Kelestarian Hutan Jabar

Pemerintahan

156 PNS Kabupaten Sukabumi Raih Satyalancana Karya Satya, Bupati Asep Japar Tekankan Pelayanan Publik

Pemerintahan

PLN UP3 Sukabumi Perkuat Sinergi dengan PT Semen Jawa, Pastikan Listrik Andal untuk Industri

Pemerintahan

14 SD di Kota Sukabumi Direvitalisasi, Progres Tembus 85 Persen hingga Masih 20 Persen

Pemerintahan

Gebyar SIPENYU Bapenda Sukabumi Bagi 24 Hadiah, Ada 14 Motor dan 7 Paket Umrah

Pemerintahan

Gebyar Sipenyu Sukabumi Bikin Heboh: 10 Kadus dan 7 Desa Diguyur Penghargaan, Ada Hadiah Umrah!