Konsultan Pengawas Lapangan, Bayu Saputra monev proyek jalan gudang kota Sukabumi/ Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Pelaksanaan proyek infrastruktur jalan Gudang di Kota Sukabumi senilai Rp 1,2 Milyar menuai sorotan publik. Di tengah pengawasan teknis yang diklaim berjalan ketat sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), dampak langsung justru dirasakan masyarakat, khususnya pelaku usaha dan pengguna jalan.
Konsultan Pengawas Lapangan, Bayu Saputra, memastikan seluruh tahapan pekerjaan telah diawasi secara rinci. Mulai dari kedalaman galian, ketebalan beton, hingga proses urugan disebut telah mengikuti spesifikasi teknis dan gambar perencanaan.
“Pengawasan dilakukan dari pagi hingga malam. Kami memastikan pekerjaan sesuai standar agar kualitas terjaga dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujar Bayu saat ditemui di lokasi proyek yang dikerjakan CV Marakarya Nusantara, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, pengawasan yang dilakukan berfokus pada aspek teknis di lapangan. Sementara kebijakan dan pengendalian proyek secara menyeluruh menjadi kewenangan dinas terkait bersama pihak kontraktor.
Dalam hal progres, pihak pengawas juga tidak segan memberikan teguran. Surat Peringatan (SP) akan diterbitkan jika pekerjaan tidak sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Jika melewati batas waktu kalender, biasanya ada sanksi berupa denda atau pengurangan nilai pekerjaan dari dinas. Ini untuk memastikan proyek tidak molor,” jelasnya.
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/viral-mobil-siaga-desa-disangka-jalan-jalan-kades-salawangi-sukaraja-buka-suara-ternyata-ini-faktanya/
- Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara.id
Meski pengawasan berjalan ketat, dampak sosial dan ekonomi tetap menjadi perhatian. Aktivitas proyek kerap memicu perlambatan arus lalu lintas serta mengganggu akses menuju lokasi usaha warga.
“Tidak sampai macet total, tapi arus lalu lintas sering terhenti sementara. Dampaknya cukup terasa, terutama bagi pelaku usaha yang mengalami penurunan omzet,” ungkapnya.
Situasi ini menimbulkan dilema di tengah masyarakat. Di satu sisi, pembangunan infrastruktur diharapkan memberikan manfaat jangka panjang. Namun di sisi lain, masyarakat harus menanggung dampak jangka pendek selama proses berlangsung.
Bayu mengajak masyarakat untuk tetap mendukung pembangunan dengan sikap bijak, meskipun diakui tidak semua pihak merasakan dampak yang sama.
“Ada yang diuntungkan, ada juga yang dirugikan. Ini bagian dari proses pembangunan. Harapannya, semua pihak bisa saling memahami demi hasil yang lebih baik ke depan,” pungkasnya.
Reporter: Ronald Alexsander
Redaktur: Rapik Utama







