Kepala Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Bangbang Nur Aripin dikonfirmasi awak media / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Kepala Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Bangbang Nur Aripin dikonfirmasi perihal evaluasi terhadap keberadaan dan peran perusahaan yang beroperasi di wilayahnya, khususnya dalam penyaluran program Tanggung Jawab Sosial (CSR) sepanjang tahun 2025.
Kepala Desa Titisan, Bangbang, menjelaskan saat ini terdapat dua perusahaan besar di wilayahnya, yakni PT Glostar Indonesia (GSI) dan PT Pratama, yang bergerak di sektor industri sepatu.
“Di Desa Titisan ini ada dua perusahaan besar. Alhamdulillah, keberadaan perusahaan-perusahaan ini dari sisi ekonomi cukup membantu masyarakat. Dampaknya sangat terasa, meskipun tentu ada sisi positif dan negatifnya,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (5/1/2026).
Menurutnya, dari aspek sosial dan pembangunan lingkungan, kedua perusahaan tersebut dinilai cukup kooperatif, khususnya dalam pelaksanaan program CSR yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
“Untuk kegiatan CSR, Alhamdulillah dua perusahaan ini cukup responsif. Bentuk kegiatannya sangat dirasakan masyarakat, terutama pembangunan sarana dasar di tiap wilayah,” jelasnya dikantor Desa Titisan.
Kades Titisan merinci, bantuan CSR yang disalurkan ke desa umumnya berupa material bangunan, sementara pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh masyarakat setempat. Hal ini dinilai mampu mendorong partisipasi warga sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Beberapa bentuk bantuan yang telah direalisasikan antara lain pembangunan sarana air bersih, MCK, serta Tembok Penahan Tanah (TPT). Proses pengajuan CSR biasanya dilakukan pada awal tahun melalui koordinasi antara pemerintah desa dan tim CSR perusahaan.
“Biasanya di awal tahun kami berkoordinasi dengan tim CSR perusah@an. Mereka menanyakan kebutuhan prioritas masyarakat, lalu kami ajukan melalui proposal,” katanya.
Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Desa Titisan mengajukan tiga proposal CSR kepada dua perusahaan tersebut. N@mun, hingga akhir tahun, baru dua proposal yang terealisasi.
“Untuk tahun 2025, dua proposal sudah terealisasi. Dari PT Pratama berupa pembangunan Dam sarana air bersih di Kedusunan Gedurahayu yang memenuhi kebutuhan sekitar 100 kepala keluarga. Sementara dari PT Goldstar Indonesia, bantuan pembangunan MCK di Kedusunan Baros yang sebelumnya ambruk,dan sudah selesai,” ungkapnya.
Sementara satu proposal lainnya berupa pembangunan TPT untuk mengantisipasi curah hujan tinggi dan potensi banjir masih belum terealisasi, jadi baru dua yang terealisasi.
Terkait bidang CSR di luar infrastruktur, seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial, Bangbang menyebutkan pada tahun 2025 belum ada. Namun, pada tahun-tahun sebelumnya, perusahaan-perusahaan tersebut pernah menyalurkan bantuan sosial.
“Kalau di 2025 belum ada untuk pendidikan atau kesehatan. Tapi di tahun-t@hun sebelumnya ada bantuan buku, santunan anak yatim, dan kegiatan sosial lainnya,” pungkasnya.
Redaktur: Rapik Utama







