Home / Pemerintahan

Selasa, 14 Oktober 2025 - 15:02 WIB

15 Saksi Diperiksa Soal Retribusi Wisata Diduga Diselewengkan, Kejari Sukabumip Siap Tetapkan Tersangka

Kepala Kejari Kota Sukabumi, Ade Hermawan / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Penyelidikan dugaan penyimpangan retribusi wisata di Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi semakin mengerucut. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi memastikan telah menemukan indikasi kuat adanya perbuatan melawan hukum yang menyebabkan sebagian hasil pungutan retribusi wisata tidak disetorkan ke kas daerah.

Kepala Kejari Kota Sukabumi, Ade Hermawan, mengatakan pihaknya kini tengah menuntaskan penghitungan resmi kerugian negara sekaligus memperkuat alat bukti guna menentukan pihak yang paling bertanggung jawab.

“Penyidik sudah menemukan indikasi adanya kerugian negara dan perbuatan melawan hukum. Saat ini kami sedang menuntaskan penghitungan resmi kerugian negara. Jika hasilnya sudah final, penetapan tersangka akan segera dilakukan,” ungkap pada Senin (13/10/2025).

Baca:https://mediaaksara.id/wali-kota-sukabumi-ingatkan-p2rw-transparan-ayep-zaki-dana-p2rw-bukan-untuk-dibagi-tapi-demi-kemaslahatan-warga/

Hingga saat ini, tim penyidik telah memeriksa lebih dari 15 saksi dari berbagai unsur internal Disporapar, mulai dari pejabat struktural hingga petugas pelaksana di lapangan.

“Kami telah memeriksa semua pihak yang terkait dengan pengelolaan retribusi, baik yang mengetahui, melihat, maupun mendengar proses pemungutannya. Semua dimintai keterangan untuk memperjelas aliran uang tersebut,” tegasnya.

Kasus ini bermula dari dugaan penyimpangan pengelolaan pendapatan retribusi di dua objek wisata unggulan Kota Sukabumi, yakni Pemandian Air Panas (PAP) Cikundul di Kecamatan Lembursitu dan Taman Rekreasi Olahraga Kenari (TROK) di Kecamatan Cikole.

Baca:https://mediaaksara.id/tiga-hari-hilang-nelayan-tegalbuleud-akhirnya-ditemukan-tewas-di-pantai-kongsi/

Sebagian hasil pungutan retribusi diduga tidak disetorkan ke kas daerah di tangan oknum petugas selama periode 2023–2024, dengan potensi kerugian negara mencapai ratusan juta rupiah.

“Dari hitungan sementara, nilai kerugian sudah mencapai ratusan juta rupiah. Namun angka pastinya masih menunggu hasil audit resmi dari instansi berwenang. Kami ingin memastikan semuanya akurat dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Ade.

Baca: https://mediaaksara.id/kasus-video-viral-mts-nurul-ikhlas-bergulir-ke-polisi-dua-saksi-diperiksa-15-pertanyaan-yayasan-desak-penegakan-hukum-oknum-mengaku-wartawan/

Penyidikan disebut berjalan lancar dan kini fokus pada pelacakan jejak aliran dana serta pembuktian unsur perbuatan melawan hukum.

“Kami ingin kasus ini benar-benar terang benderang. Setelah nilai kerugian negara ditetapkan, kami akan umumkan siapa yang paling bertanggung jawab,” tandasnya.

 

Reporter: Ronald Alexsander

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

SPPG Jadi Sorotan! Bupati Sukabumi Dorong Pekerja Terdaftar BPJS, Sekaligus Luncurkan Logo HJKS ke-156

Pemerintahan

DPMPTSP Sukabumi Evaluasi Kinerja MPP, Perkuat Kualitas Pelayanan Publik ke-57 Nasional

Pemerintahan

Sekmat Jampangkulon Monev Awasi Pengaspalan Jalan Desa, Dana Rp100 Juta Dipastikan Tepat Sasaran

Pemerintahan

Jembatan Garuda Suci Resmi Berdiri di Sukabumi, Kolaborasi TNI dan Rakyat Wujudkan Akses Baru Warga Desa

Pemerintahan

Pemkab Sukabumi Titip Harapan ke SMSI Sukabumi Raya, Jadi Garda Terdepan Media Profesional dan Lawan Hoaks

Pemerintahan

Disperkim Sukabumi Perkuat Sinergi Penanganan Sampah dan Mitigasi Kemarau Bersama Pemprov Jabar dan TNI

Pemerintahan

402 Yayasan SPPG di Sukabumi Didorong Daftarkan Relawan ke BPJS, Korwil SPPG: Tunggu Arahan Teknis BGN

Pemerintahan

GMNI Sukabumi Raya Bongkar Hasil Kajian Pembangunan Daerah, Wabup Andreas: Masukan Penting Kemajuan Sukabumi