Kepala UPTD Terminal Tipe C Kota Sukabumi, Erwan Hermawan diwawancara awak media/ Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Kondisi Terminal Tipe C Kota Sukabumi masih menghadapi tantangan serius di tengah target peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Aktivitas yang belum ramai serta banyaknya kios kosong menjadi indikator belum optimalnya fungsi terminal sebagai pusat ekonomi dan mobilitas.
Kepala UPTD Terminal Tipe C Kota Sukabumi, Erwan Hermawan, mengungkapkan dari total 30 kios yang tersedia, terdiri dari 20 kios di Blok A dan 10 kios di Blok B belum seluruhnya terisi.
” Retribusi Blok A sebesar Rp1.200.000 per tahun, sedangkan Blok B Rp1.800.000 per tahun. Pembayaran langsung ke kas daerah melalui Bank BJB, dan kami hanya memfasilitasi administrasi,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/hkb-2026-bupati-sukabumi-tegaskan-tetap-siaga-prioritas-keselamatan-warga/
Minimnya tingkat hunian kios berdampak langsung terhadap capaian PAD. Kondisi ini sekaligus mencerminkan belum maksimalnya daya tarik terminal sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebagai langkah strategis, UPTD Terminal mulai melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari penataan kawasan hingga mendorong geliat UMKM agar kembali tumbuh. Optimalisasi terminal, menurut Erwan, tidak hanya berfokus pada layanan transportasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi rakyat.
“Kalau terminal hidup, UMKM ikut bergerak. Ini yang sedang kami dorong,” katanya.
Di sisi lain, pengelolaan area komersial (korsel) disebut telah berjalan sesuai regulasi dan mengantongi izin dari Wali Kota Sukabumi. Pemanfaatan lahan dipastikan tidak mengganggu arus lalu lintas, termasuk kerja sama dengan pihak ketiga yang telah melalui proses perizinan.
“Kendala pasti ada, tapi tidak signifikan. Sebagian besar sudah diselesaikan secara musyawarah sehingga tetap kondusif,” tambahnya.
- Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara.id
Dalam aspek lalu lintas, UPTD terus melakukan pengaturan agar seluruh moda transportasi, mulai dari bus, elf, angkot hingga kendaraan roda dua dapat beroperasi secara tertib tanpa menimbulkan kemacetan.
Koordinasi lintas sektor juga rutin dilakukan bersama dinas terkait, kepolisian, hingga unsur pariwisata dan perdagangan guna menciptakan lingkungan terminal yang aman, tertib, dan nyaman.
Selain itu, kebersihan kawasan terminal turut menjadi perhatian utama. Petugas bersama masyarakat secara rutin melakukan pembersihan di area terminal dan ruko untuk menjaga kenyamanan pengguna jasa.
Erwan menegaskan, pembenahan terminal merupakan bagian dari komitmen meningkatkan akses transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
” Ini komitmen kami untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Wali Kota Sukabumi yang dinilai konsisten mendorong peningkatan kinerja aparatur dan pembangunan daerah.
“Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan penataan terminal ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.
Reporter: Ronald Alexsander
Redaktur: Rapik Utama







