Home / Seni Budaya

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:01 WIB

Seren Taun Akbar dan Gema Muharam di Pulosari Sukabumi Teguhkan Pelestarian Budaya dan Nilai Keagamaan

Seren Taun Akbar dan Gema Muharam 1448 H di Desa Pulosari, Kalapanunggal, Sukabumi menjadi momentum syukuran serta pelestarian budaya Sunda / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Harmoni antara tradisi, spiritualitas, dan kebersamaan masyarakat mewarnai pelaksanaan Seren Taun Akbar dan Gema Muharam 1448 Hijriah yang usai digelar di Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Minggu (21/6/2026).

Mengusung tema “Mupusti Tali Paranti, Malar Nagri Manjing Walagri” atau “Merawat Tradisi, Menjaga Warisan Leluhur”, kegiatan menjadi momentum menjaga keberlangsungan adat istiadat, budaya, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata, Ali Iskandar, bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat.


Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi masyarakat Desa Pulosari melestarikan tradisi leluhur.

“Kegiatan merupakan wujud pelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal masyarakat yang menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Kabupaten Sukabumi. Semoga tradisi luhur terus terjaga dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang,” ujarnya dalam keterangan resminya.

Hasil bumi /panen pertanian masyarakat yang dipamerkan dan diarak menyambut Seren Taun Akbar Desa Pulosari Kalapanunggal Sukabumi 2026 / Foto: Istimewa
Hasil bumi /panen pertanian masyarakat yang dipamerkan dan diarak menyambut Seren Taun Akbar Desa Pulosari Kalapanunggal Sukabumi 2026 / Foto: Istimewa

Suasana semakin semarak dengan hadirnya berbagai hasil panen pertanian masyarakat yang dipamerkan dan diarak sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki serta keberhasilan sektor pertanian yang menjadi penopang kehidupan warga.

Rangkaian Gema Muharam 1448 H diisi dengan berbagai kegiatan bernuansa religius dan sosial, seperti lomba-lomba Islami, pawai obor, santunan anak yatim, hingga Tabligh Akbar yang diikuti masyarakat dari berbagai kalangan.


Sementara itu, agenda Seren Taun Desa Pulosari menghadirkan pawai hasil bumi, sedekah bumi, pertunjukan seni budaya tradisional, pembagian doorprize, serta penampilan spesial Rusdy Oyag Percussion feat Tarawangsa yang menambah kemeriahan perayaan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperkuat rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga mempererat silaturahmi dan meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga budaya warisan karuhun agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Semangat ngajaga tradisi, nguatkeun silaturahmi, sareng ngamumule budaya warisan karuhun menjadi pesan utama yang terus digaungkan dalam perhelatan budaya tahunan tersebut.

 

Sumber: Dinas Pariwisata Kab. Sukabumi

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Seni Budaya

Bobby Maulana Ajak Pelajar Cintai Budaya Lokal dan Bijak Bermedia Sosial Wujudkan Generasi Emas

Seni Budaya

Syukuran Nelayan Cisolok ke-29 Jadi Momentum Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Pesisir Sukabumi

Seni Budaya

Syukuran Nelayan Ujung Genteng ke-60: Magnet Wisata Budaya, Bupati Sukabumi Tekankan Kelestarian Laut

Seni Budaya

Ratusan Pelajar Ramaikan Festival Pencak Silat Sukabumi, Ajang Seleksi Atlet Popwilda dan Pelestarian Budaya Bangsa

Seni Budaya

Hari Nelayan Nasional ke-66 di Palabuhanratu Meriah, Warisan Budaya Sunda Memikat Ribuan Wisatawan

Seni Budaya

Delegasi Pencak Silat Italia Kunjungi Sukabumi, Bobby Maulana Dorong Kota Jadi Destinasi Budaya Dunia

Seni Budaya

Lautan Manusia Padati Palabuhanratu! Putri Nelayan dan Pawai Budaya Hari Nelayan 2026 Bikin Wisatawan Penasaran

Seni Budaya

KDM Tegaskan Kasundaan Jadi Energi Peradaban dan Masa Depan Bangsa