Warga bersama aparat kepolisian evakuasi seorang pria tanpa identitas tewas setelah tertemper KA Pangrango di jalur rel Desa Babakan, Cisaat, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Seorang pria tanpa identitas ditemukan meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api (KA) Pangrango di jalur rel kawasan Sinyar SDN Selaawi, Kampung Bojong Nangka, RT 25/07, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jumat (26/6/2026).
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.35 WIB. Hingga berita ini ditulis, identitas korban sementara belum diketahui. Korban diperkirakan berusia sekitar 50 tahun.
Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, mengatakan pihak kepolisian menerima laporan adanya seorang pria yang tertemper kereta api hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi dan laporan masinis KA Pangrango 225A, korban diketahui berjalan di sisi kiri rel saat kereta melaju dari Stasiun Sukabumi menuju Bogor.
“Masinis telah membunyikan klakson atau semboyan peringatan beberapa kali. Namun korban tidak mengindahkannya hingga akhirnya tertemper kereta di lokasi kejadian,” ujar Ade dalam keterangannya.
Akibat benturan, korban terpental sekitar lima meter dari jalur rel dan meninggal dunia di tempat.
Laporan pertama diterima pihak Stasiun Cisaat sekitar pukul 10.40 WIB dari masinis KA Pangrango 225A. Selanjutnya petugas stasiun bersama aparat kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.
Sejumlah saksi yang dimintai keterangan di antaranya petugas keamanan Stasiun Cisaat, Ganjar Triadi, serta dua petugas cleaning service stasiun.
Petugas Identifikasi Forensik (Inafis) bersama Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah proses evakuasi, jenazah korban dibawa ke RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi untuk pemeriksaan medis lebih lanjut sekaligus proses identifikasi.
Reporter: De
Redaktur: Rapik Utama







