Home / Pemerintahan

Rabu, 10 September 2025 - 17:54 WIB

Sejarah! Milangkala Sukabumi ke-155: Gelegar Pidato Gubernur Dedi Mulyadi Sindir Pejabat, Ingatkan Amanah dan Ikatan dengan Alam

Tangkapan layar Pidato Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Gedung utama DPRD Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa  (Kami TV) 

MEDIAAKSARA.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melontarkan kritik tajam dan pesan sar@t makna saat mengh@diri Rapat Paripurna Kabupaten Sukabumi dalam rangka Milangkala ke-155, Rabu (10/9/2025), di Aula Gedung Rakyat DPRD, Kec@matan Palabuhanratu.

Dalam pidato tanpa teks yang berlangsung sekitar 42 menit dan disiarkan l@ngsung Kami TV. Gubernur Dedi mengulas isu-isu fundament@l, yaitu potensi alam, pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, tata kelola keuangan, infrastruktur, perizinan, ketenagakerjaan, hingg@ filosofi hubung@n manusia dengan alam yang ia sebut sebagai inti Indonesia sejati.

“Kalau kita bicara negara, kita bic@ra tanah, air, udara, dan matahari. Orang Sunda menyebut tanah sebagai Sunan Ambu. Karena disebut ‘ibu’, maka tanah memiliki kebijaksanaan, ikatan mental, spiritual, dan moral. Ketika tanah dirusak, ia akan marah. Ketika gunung diganggu, ia menangis lalu murk@ karena disakiti,” tegasnya di hadapan Forkopimda dan ratusan tamu undangan.

Baca: https://mediaaksara.id/tren-kemiskinan-di-kabupaten-sukabumi-perkembangan-2020-2024-dan-tantangan-mencapai-target-rpjmd/

Dedi menil@i masyarakat kini mulai kehilangan ikatan dengan negaranya sendiri. “Hari ini orang merusak lingkungan, kita diam saja. Kit@ seakan tidak tersakiti. Artinya, kita sudah bukan lagi bagian dari Indonesia sejati,’ ujarnya.

Ia mencontohkan bukti kehidupan masyarakat adat yang tetap sejahtera tanp@ mengandalkan subsidi negara. “Leuit na pinuh (tempat menyimpan beras tetap penuh). Merek@ hidup cukup, sehat, dan sejahtera. Sementara kita yang tiap hari menerima subsidi, tetap lapar, tetap kekurangan, dan sakit-sakitan,” sindirnya.

Tak berhenti pada isu lingkungan, Gubernur yang akrab disapa KDM juga menyinggung pol@ hidup pejabat yang kerap menghamburkan uang rakyat. ” Rakyat didaer@hnya masih miskin, tapi pejabatnya hidup berfoya. Kunjungan kerja ke mana-mana, rapat-rapat di hotel mewah, seolah jadi orang kaya. Dibeberapa negara lain tidak ada tradisi seperti ini,” tegasnya.

Baca:https://mediaaksara.id/mayoritas-pimpinan-dprd-sukabumi-partai-diam-soal-kinerja-gaji-dan-tunjangan-fakta-rakyat-dihimpit-kemiskinan-dan-kasus-sosial/

Karena itu, ia mengajak seluruh pih@k menjadikan hikmah pasca gerakan aksi mahasiswa dan rakyat sebag@i momentum koreksi bersama.

“Ada yang salah dal@m pengelolaan keuangan kita. Ada tindakan yang mengkhianati amanah rakyat. Kita harus berbenah. Saya tidak mau lagi mendengar ad@ rakyat Sukabumi yang merintih karena tidak bisa berobat, ada tangisan orang miskin meninggal karena tidak diobati, atau ada warga yang terkapar karena lapar. Itu artinya pemimpinnya telah gagal,” katanya lantang.

Video Live Streaming Gubernur KDM di Rapur DPRD Kabupaten Sukabumi:

https://www.youtube.com/live/ueH3x7m2h7w?si=6w3NGUFNIiGE0nLp

Bagi dirinya, Sukabumi ad@lah “pancer Sunda” yang bersama Bogor, Cianjur dan wilayah lainnya harus diprioritaskan dalam pembangunan. Ia menegaskan pentingnya penataan pesisir.

“Pantai tidak boleh ditutup bangunan. Laut adalah hak publik, harus bisa dinikmati semua orang, bukan segelintir pihak,” ujarnya yang akrab disebut Bapak Aing.

Baca: https://mediaaksara.id/viral-buruh-depresi-diduga-korban-pungli-gsi-ketua-komisi-iv-dprd-sukabumi-desak-sindikat-dibongkar-saber-pungli/

KDM juga meng@itkan filosofi Feng Shui dengan harmoni manusia dan lingkung@n. Menurutny@, menutup sungai, hutan, sawah, atau ruang terbuka dengan bangunan sama saj@ menutup pintu rezeki. ”

adalah pintu rezeki. Semakin lu@s jalannya, semakin lapang jalannya, maka semakin besar pula rezekinya,” tand@snya yang sebelumnya menghadiri penutupan Milad pondok pesantren Suryalaya ke-120.

Ia meneg@skan, seluruh pej@bat digaji oleh negara, sehingga wajib mengabdi sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. “Mari kita buktikan. Saya yakin, dengan kepemimpin@n Pak Bupati yang amanah dan kerja bers@ma, Sukabumi akan menjadi daerah yang subur, makmur, dan penuh keberk@han,” pungkas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

 

Sumber : Kami TV

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Proyek Jalan Prana Sukabumi Retak Sebelum Rampung, DPUTR Perintahkan Penyedia Bongkar dan Cor Ulang

Pemerintahan

PAD Digenjot, Bupati Sukabumi Minta ASN Tingkatkan Pelayanan dan Kejar Pajak Tepat Waktu

Pemerintahan

Rotasi Pejabat Kemenag Jabar, Agus Buhori Resmi Pimpin Kemenag Kota Sukabumi

Pemerintahan

K3S Gegerbitung Gandeng Inspektorat, Budaya Antikorupsi Diperkuat di Sekolah Dasar

Pemerintahan

Pemerintah Daerah Dikebut PSN, Kemenkop: Gerai KDKMP Ditargetkan Beroperasi Awal Oktober

Pemerintahan

Inspektorat Kota Sukabumi Fokus PSN, Monitoring Pembangunan Fisik Menunggu Surat Tugas

Pemerintahan

DPU Sukabumi Kebut Infrastruktur Jalan Sudajaya Girang-Selabintana Demi Kenyamanan Warga

Pemerintahan

Kejari dan Inspektorat Sukabumi Bongkar Dugaan Korupsi APBDes 2025: Kaur Keuangan Desa Ciheulangtonggoh Jadi Tersangka, Kerugian Capai Rp574 Juta