Puluhan hektare sawah di Kertamukti Sukabumi terancam gagal panen akibat tersendatnya aliran irigasi Warungkiara tersumbat sampah, Senin (30/3/2026) / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID — Puluhan hektare sawah di Desa Kertamukti, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, terancam gagal tanam akibat kekeringan yang dipicu tidak optimalnya aliran irigasi.
Saluran Daerah Irigasi (DI) Warungkiara yang membentang sekitar 9 kilometer melintasi Desa Ubrug, Bojongkerta hingga Kertamukti, dilaporkan tidak mampu mengalirkan air secara maksimal ke wilayah hilir. Dampaknya, lahan pertanian yang baru ditanami mulai mengering dan retak karena kekurangan pasokan air.
Kondisi diperparah dengan banyaknya tumpukan sampah yang menyumbat saluran irigasi, terutama di wilayah Kampung Sorog, Desa Bojongkerta. Sampah yang menumpuk membuat aliran air tersendat hingga tidak sampai ke area persawahan di hilir.
Pantauan di lapangan pada Senin (30/3/2026), aliran air tampak terhambat oleh berbagai jenis limbah rumah tangga yang menumpuk di sepanjang saluran.
Puluhan petani dari Desa Kertamukti terpaksa turun melakukan kerja bakti membersihkan saluran irigasi secara manual dengan peralatan seadanya, seperti cangkul, garok, hingga alat potong rumput.

Salah seorang petani, Karim, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, petani di wilayah hilir rutin melakukan gotong royong, namun tidak diimbangi oleh masyarakat di sepanjang jalur irigasi.
“Setiap musim kami selalu kerja bakti membersihkan sampah. Tapi warga di sepanjang jalur irigasi jarang terlibat. Bahkan hampir satu musim ini tidak ada kegiatan gotong royong, jadi sampah terus menumpuk,” ujarnya.
Karim juga menyoroti belum terealisasinya program bantuan pemerintah untuk perbaikan irigasi yang sebelumnya sempat diinformasikan.
“Sempat ada kabar bantuan program Inpres irigasi, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” tambahnya.
Para petani berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan normalisasi saluran irigasi serta memberikan solusi jangka panjang agar distribusi air bisa merata hingga ke wilayah hilir.
Reporter: De
Redaktur: Rapik Utama.







