Home / Kabar Daerah

Senin, 30 Maret 2026 - 18:17 WIB

Sawah Retak dan Terancam Gagal Panen! Irigasi Warungkiara Tersumbat Sampah, Petani Kertamukti Kerja Bakti

Puluhan hektare sawah di Kertamukti Sukabumi terancam gagal panen akibat tersendatnya aliran irigasi Warungkiara tersumbat sampah, Senin (30/3/2026) / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID — Puluhan hektare sawah di Desa Kertamukti, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, terancam gagal tanam akibat kekeringan yang dipicu tidak optimalnya aliran irigasi.

Saluran Daerah Irigasi (DI) Warungkiara yang membentang sekitar 9 kilometer melintasi Desa Ubrug, Bojongkerta hingga Kertamukti, dilaporkan tidak mampu mengalirkan air secara maksimal ke wilayah hilir. Dampaknya, lahan pertanian yang baru ditanami mulai mengering dan retak karena kekurangan pasokan air.

Kondisi diperparah dengan banyaknya tumpukan sampah yang menyumbat saluran irigasi, terutama di wilayah Kampung Sorog, Desa Bojongkerta. Sampah yang menumpuk membuat aliran air tersendat hingga tidak sampai ke area persawahan di hilir.

Pantauan di lapangan pada Senin (30/3/2026), aliran air tampak terhambat oleh berbagai jenis limbah rumah tangga yang menumpuk di sepanjang saluran.

Puluhan petani dari Desa Kertamukti terpaksa turun melakukan kerja bakti membersihkan saluran irigasi secara manual dengan peralatan seadanya, seperti cangkul, garok, hingga alat potong rumput.

Petani dari Desa Kertamukti Warungkiara melakukan kerja bakti membersihkan saluran irigasi, Senin (30/3/2026) / Foto: Istimewa
Petani dari Desa Kertamukti Warungkiara melakukan kerja bakti membersihkan saluran irigasi, Senin (30/3/2026) / Foto: Istimewa

Salah seorang petani, Karim, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, petani di wilayah hilir rutin melakukan gotong royong, namun tidak diimbangi oleh masyarakat di sepanjang jalur irigasi.

“Setiap musim kami selalu kerja bakti membersihkan sampah. Tapi warga di sepanjang jalur irigasi jarang terlibat. Bahkan hampir satu musim ini tidak ada kegiatan gotong royong, jadi sampah terus menumpuk,” ujarnya.

Karim juga menyoroti belum terealisasinya program bantuan pemerintah untuk perbaikan irigasi yang sebelumnya sempat diinformasikan.

“Sempat ada kabar bantuan program Inpres irigasi, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” tambahnya.

Para petani berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan normalisasi saluran irigasi serta memberikan solusi jangka panjang agar distribusi air bisa merata hingga ke wilayah hilir.

 

Reporter: De

Redaktur: Rapik Utama.

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Lutung Jawa Bertahan di Desa Penyangga TNGHS, Indikator Kesehatan Hutan Jawa Barat

Kabar Daerah

Sekolah Rusak, Smartboard di Rumah: Ulah Baru Kepsek! Klarifikasi ‘Beres’ SDN Kaum Bikin Penasaran

Kabar Daerah

Kumis Ucing, Warisan Obat Tradisional dari Pekarangan Desa Penyangga Halimun

Kabar Daerah

Konferensi PWI Sukabumi 2026 Makin Dekat, Jabar Turun Tangan Kawal Suksesi Kepemimpinan

Kabar Daerah

Tak Sekadar Masak! Dinkes Sukabumi Latih Penjamah Makanan SPPG Demi Standar Nasional

Kabar Daerah

Sekolah Rusak, Harapan 57 Pelajar: Begini Potret SDN Kaum Hegarmanah Sukabumi

Kabar Daerah

UMKM Lokal Naik Kelas: S&F Shoes Sukabumi Tawarkan Sandal Berkualitas Harga Bersaing

Kabar Daerah

HHBK Dongkrak Ekonomi Desa: Madu Trigona hingga Kopi Cipeuteuy Mulai Dilirik Pasar