Warga bersama Mahasiswa KKN Universitas Nusa Putra yang telah membangun dua TPS berbasis incinerator di lingkungan Desa/ Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa
CIKIDANG, MEDIAAKSARA.ID — Persoalan pengelolaan sampah di Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusa Putra menghadirkan solusi berbasis sarana pengolahan sampah.
Melalui program pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa KKN membangun dua unit Tempat Pengolahan Sampah (TPS) berbasis incinerator di dua lokasi dusun yang sebelumnya belum memiliki fasilitas pengelolaan sampah.
Desa Cikidang merupakan salah satu dari 12 desa di Kecamatan Cikidang yang memiliki potensi sektor pertanian, perkebunan, fasilitas umum, serta sejumlah destinasi wisata. Namun, berdasarkan hasil survei pendahuluan mahasiswa KKN, pengelolaan sampah menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat.
Layanan pengelolaan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang sebelumnya tersedia saat ini tidak beroperasi. Kondisi membuat masyarakat mengalami keterbatasan dalam menangani sampah rumah tangga dan berpotensi mendorong praktik pembakaran sampah secara terbuka.
Baca Juga :
Disdik Sukabumi Turun ke Dapil VI, Data Pendidikan Jadi Sorotan di Ujunggenteng
Sebagai langkah awal, mahasiswa KKN melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak DLH untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih terarah.
Program ini meliputi observasi kondisi lingkungan, koordinasi dan perizinan, perancangan serta pembangunan TPS, hingga sosialisasi dan demonstrasi penggunaan incinerator kepada masyarakat.

Kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan mahasiswa KKN, perangkat Desa Cikidang, dan masyarakat.
Mahasiswa yang terlibat dalam program tersebut yakni Regi Gunawan, M. Rizky Fauzi, M. Abualgasem Albager Seliman, Isma Laila, Kartika Sari, Resti Anggraeni, Ira Desri Ramdhan, Helena Denada Tamba, dan Zayeed Abdillah Aziz.
Baca juga :
BPK Temukan Pembayaran Honor Dewas RSUD R. Syamsudin, Pengembalian dan Penghentian Dilakukan
Hasil kegiatan menunjukkan dua unit TPS berbasis incinerator telah tersedia dan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana pengelolaan sampah di Desa Cikidang.
Selain pembangunan sarana, evaluasi juga dilakukan untuk mengukur pemahaman masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan nilai pre-test sebesar 48 persen meningkat menjadi 72 persen pada post-test.
Peningkatan kesadaran menjadi salah satu indikator bertambahnya pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan sampah setelah mengikuti sosialisasi dan demonstrasi penggunaan sarana.
Baca juga :
SantaSea Disorot, Pengawasan Konser Malam Dipertanyakan: Wisata Jalan Terus, Kontrol ke Mana?
Kegiatan juga mendorong keterlibatan perangkat desa dan masyarakat dalam pemanfaatan serta pengelolaan fasilitas yang telah dibangun.
Keberadaan TPS berbasis incinerator diharapkan dapat mendukung penanganan sampah di Desa Cikidang sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih tertib dan berkelanjutan.
Mahasiswa KKN Universitas Nusa Putra menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nusa Putra atas dukungan dan fasilitasi selama program berlangsung.
Apresiasi juga disampaikan kepada Kepala Desa Cikidang beserta jajaran perangkat desa, khususnya Sekretaris Desa dan para Kepala Dusun, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta masyarakat Desa Cikidang atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan pembangunan TPS berbasis incinerator.
Sumber : Kelompok E UNP
Redaktur: Rapik Utama







