Home / Kabar Daerah

Jumat, 6 November 2026 - 09:51 WIB

Pengawasan SPPG Sukabumi Disorot, AMUSI Minta Hasil Inspeksi Dibuka ke Publik

Tangkapan layar video rombongan orang tua penerima MBG  mengembalikan wadah makanan ke salah satu SPPG di wilayah Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa 

‎SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Ketelitian inspeksi dan penilaian kesesuaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi.

‎‎Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, sebelumnya menegaskan tim pemeriksa, khususnya tim legalitas, harus mencocokkan setiap daftar periksa (checklist) dengan kondisi nyata di lapangan. Pemeriksaan tidak boleh hanya memenuhi persyaratan administratif.

‎Penegasan Sekda disampaikan dalam rapat di Pendopo Sukabumi, Kamis (5/11/2026).

‎”Jangan sampai kondisi di lapangan tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan,” ujar Ade.


BACA JUGA : ‎

Pembangunan Masjid Cisayar Sukabumi Capai 85 Persen, CV Demi Karya: Ditargetkan Selesai Desember 2026

‎Menanggapi hal itu, Ketua Aktivis Muda Sukabumi (AMUSI), Ronal, mengapresiasi instruksi Sekda. Namun, ia mengingatkan komitmen pemeriksaan berdasarkan 14 item persyaratan Badan Gizi Nasional (BGN) harus menjadi instrumen perlindungan keselamatan penerima manfaat, bukan sekadar formalitas.

‎”Lolos checklist belum tentu layak secara operasional,” tegas Ronal, Jumat (6/11/2026).

‎Menurutnya, kelayakan SPPG tidak cukup diukur dari legalitas, sanitasi, dan kelengkapan fasilitas. Kompetensi tenaga pengolah makanan, pemenuhan standar gizi, kesesuaian porsi, serta keamanan pangan juga harus menjadi perhatian.

‎Ia mencontohkan munculnya protes masyarakat di Kecamatan Caringin terkait menu MBG dari salah satu SPPG yang dinilai kurang sesuai bagi anak usia TK. Persoalan tersebut, menurutnya, menunjukkan pentingnya evaluasi kualitas makanan yang benar-benar diterima penerima manfaat.

‎Ronal juga menilai kondisi geografis Kabupaten Sukabumi menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam ketersediaan bahan baku, distribusi makanan, dan pengawasan operasional SPPG di wilayah yang berjauhan.


‎BACA JUGA :

Polisi Ungkap Dugaan Peredaran Miras Ilegal di Sukabumi, 89 Botol Disita ‎

‎Karena itu, ia mendorong tiga langkah pengawasan, yakni memastikan legalitas sejalan dengan kemampuan operasional, melakukan inspeksi mendadak secara berkala, serta membuka hasil penilaian SPPG kepada masyarakat.

‎Ia juga meminta pemerintah daerah menjelaskan tindak lanjut terhadap SPPG yang belum memenuhi standar, baik melalui pembinaan maupun tindakan sesuai ketentuan.

‎”Kelayakan SPPG harus diukur dari tiga hal, yakni aman dari sisi kesehatan, layak dari sisi gizi, dan manusiawi bagi penerima manfaat,” katanya.


BACA JUGA :

Karang Taruna Sukabumi Minta Maaf Soal Dugaan Peredaran Miras di Sekretariat Benteng, Bukan Oplosan dan Akui Ada 18 Botol ‎

 

‎Ronal menegaskan AMUSI mendukung program MBG, tetapi pengawasan harus berjalan konsisten agar tujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat tidak terganggu oleh persoalan pengelolaan dapur maupun kualitas makanan.

‎”Kami mendukung instruksi Sekda. Namun, hasil inspeksi harus transparan agar masyarakat mengetahui SPPG yang layak dan yang masih membutuhkan pembinaan. Ini menyangkut tanggung jawab moral, bukan sekadar administrasi,” pungkasnya.

‎Terpisah, hingga berita diterbitkan, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sukabumi yang telah dimintai tanggapan belum memberikan keterangan resmi.

‎Redaksi MediaAksara.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait demi menjaga prinsip keberimbangan pemberitaan.

‎

‎Reporter : M. Afnan

‎Redaktur : Rapik Utama 13

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Satres Narkoba Polres Sukabumi Telusuri Jaringan Pemasok Sabu di Gunungguruh ‎

Kabar Daerah

BARA Desak Pemkab Sukabumi Perketat Pengawasan dan Uji Kelayakan Dapur SPPG

Kabar Daerah

Karang Taruna Sukabumi Minta Maaf Soal Dugaan Peredaran Miras di Sekretariat Benteng, Bukan Oplosan dan Akui Ada 18 Botol ‎

Kabar Daerah

Pembangunan Masjid Cisayar Sukabumi Capai 85 Persen, CV Demi Karya: Ditargetkan Selesai Desember 2026

Kabar Daerah

Dari Jembatan Bambu Menjadi Jembatan Gantung Kokoh, TNI Bangun Akses Penghubung Dua Kecamatan di Sukabumi

Kabar Daerah

Gunung Tumpeng dan Pulau Kunti Sukabumi, Dua Jejak Geologi yang Mengungkap Sejarah Samudera Purba di Ciletuh ‎

Kabar Daerah

Petani Baru Ajol Sukabumi Minta Kepastian Status Lahan Eks PTPN dan Tidak Menolak Pembangunan Yonif TP 345

Kabar Daerah

Kades Mekarsakti Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Pemerasan ke Polisi ‎