Home / Kabar Daerah

Senin, 5 Mei 2025 - 12:51 WIB

Presidium CDOB Desak Bupati Keluarkan Rekomendasi Resmi Pemekaran Sukabumi Utara

Peta lokasi lahan rencana pusat pemerintahan dan ibu kota CDOB Kabupaten Sukabumi Utara (KSU) / Foto: Mediaaksara

MEDIAAKSARA.ID – Presidium Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Sukabumi Utara (KSU) kembali menekan pemerintah daerah agar segera mengeluarkan rekomendasi resmi untuk mendukung pemekaran wilayah. Langkah ini dinilai krusial demi pemerataan pembangunan dan pelayanan publik yang lebih optimal di wilayah utara Sukabumi.

Sekretaris Presidium CDOB KSU, Wibowo Hadikusuma, menegaskan seluruh dokumen administratif dan teknis pemekaran telah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak 20 Desember 2020. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut konkret.

“Kami menduga salah satu kendala bisa jadi soal pendanaan. Tapi dari segi dokumen, data, dan syarat legalitas, semua sudah dipenuhi,” tegasnya pada Senin (5/5/2025).

Baca: https://mediaaksara.id/bupati-sukabumi-kami-pelayan-masyarakat-kebijakan-harus-pro-rakyat/

Dalam rilisnya, Ia juga menyoroti minimnya komitmen dari pejabat publik, terutama Bupati Sukabumi, yang dinilai belum menunjukkan dukungan nyata terhadap wacana pemekaran.

Sebagai bentuk keseriusan, presidium membentuk tim khusus guna mendesak Bupati Sukabumi agar segera mengeluarkan rekomendasi resmi sebagai syarat utama untuk melanjutkan ke tahapan pusat.

“Hari ini kami sepakat membentuk tim untuk mendesak Bupati Sukabumi agar memberikan rekomendasi pemekaran. Ini bukan lagi soal kepentingan pribadi, tapi demi kemaslahatan masyarakat Sukabumi secara keseluruhan,” ujar Wibowo.

Baca: https://mediaaksara.id/tren-kemiskinan-di-kabupaten-sukabumi-perkembangan-2020-2024-dan-tantangan-mencapai-target-rpjmd/

Sementara itu, tokoh pemekaran kabupaten Sukabumi utara, KH. Mamad menilai pelayanan publik dan tata kelola birokrasi di Kabupaten Sukabumi saat ini sangat tidak efisien, mengingat wilayahnya mencakup 47 kecamatan, 381 desa, dan 5 kelurahan dengan penduduk sekitar 2,8 juta jiwa.

“Wilayah utara Sukabumi memiliki potensi ekonomi dan sumber daya manusia luar biasa. Pemekaran ini seharusnya dilihat sebagai langkah teknokratis, bukan politis,” katanya.

KH. Mamad juga menyayangkan belum adanya langkah nyata dari para anggota DPR RI asal Dapil Sukabumi yang sebelumnya sempat diajak berdialog terkait aspirasi pemekaran.

Baca: https://mediaaksara.id/ringkasan-laporan-penyelenggaraan-pemerintahan-daerah-rlppd-2024-opini-lhk-bpk-ri-kabupaten-sukabumi-10-tahun-raih-wajar-tanpa-pengecualian-wtp/

” Banyak yang sudah kami temui, tapi belum ada progres. Kami ingin bukan hanya retorika politik,” tegasnya.

Pemekaran wilayah KSU sendiri sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sukabumi sejak beberapa periode lalu, namun realisasinya masih jalan di tempat.

 

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Desa Sukadamai Usulkan 137 Rumah, 124 KPM Terakomodasi Program BSPS 2026 ‎

Kabar Daerah

Petani Bagja Sutra Desak Pembangunan Batalyon Ditunda, Aspirasi Rakyat Sukabumi ke KSP dan Ombudsman Direspons ‎

Kabar Daerah

Dua Mahasiswa Masih Hilang di Pantai Cibuaya Sukabumi, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian

Kabar Daerah

‎Datangi Kades Sukamekar Sukaraja, Petani Bagja Sutra Sukabumi Soroti Batas Wilayah Lahan Eks PTPN  ‎

Kabar Daerah

Polres Sukabumi Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di Ciracap

Kabar Daerah

Jampang Ngabhuana 3 Angkat Seni Budaya, DPRD Sukabumi Dorong Pelestarian Tradisi Sunda

Kabar Daerah

Survei Irigasi Warungkiara Dimulai, Petani Sukabumi Menanti Kepastian Jadwal Rehabilitasi ‎

Kabar Daerah

Jampang Ngabhuana 3 di Sukabumi, Perkuat Persatuan dan Lestarikan Budaya Pajampangan