Penampakan pohon lapuk berukuran besar di ruas Jalan Nasional Warungkiara–Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Sebuah pohon besar yang telah lapuk termakan usia berada di ruas Jalan Nasional Warungkiara–Palabuhanratu, tepatnya di Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan publik. Warga menilai keberadaan pohon tersebut membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan deras dan angin kencang.
Jodi (45), pedagang di sekitar lokasi, mengaku resah dengan kondisi itu. “Kalau ada angin kencang, saya sering was-was. Pohonnya sudah tua, batangnya rapuh, bisa tumbang kapan saja. Jalur ini ramai, banyak kendaraan besar lewat. Sangat berbahaya,” ujarnya, Senin (15/9/2025).
Kekhawatiran itu terbukti. Beberapa waktu lalu, seorang warga Desa Sukaharja mengalami luka di wajah akibat tertimpa dahan pohon yang patah. Peristiwa tersebut semakin menegaskan bahwa kondisi pohon bukan sekadar potensi bahaya, melainkan ancaman langsung bagi keselamatan masyarakat.
Kepala Desa Sukaharja, Asep Dedi S, menyatakan pihaknya bersama Muspika Warungkiara sudah berulang kali melaporkan kondisi pohon tersebut kepada instansi terkait sejak 2024. Namun, hingga kini belum ada langkah konkret.
“Kami sudah mengajukan permohonan pemangkasan dan penebangan sejak lama, tapi tidak ada respons. Bahkan pengguna jalan sudah jadi korban tertimpa dahan pohon,” tegas Asep Dedi.
Ia menambahkan, karena pohon berada di jalur nasional, kewenangan penuh ada di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Barat. Lambatnya respons, kata dia, menimbulkan kekecewaan mendalam di masyarakat.
“Kami hanya bisa berharap jangan sampai ada korban lagi. Ini menyangkut nyawa manusia,” ujarnya.
Warga menilai kelalaian pemerintah dalam merespons laporan ini mencerminkan lemahnya perhatian terhadap keselamatan publik. Jalan Nasional Warungkiara–Palabuhanratu bukan hanya jalur lokal, tetapi akses vital bagi ekonomi, pariwisata, hingga distribusi barang di Sukabumi bagian selatan.
“Jangan tunggu ada korban lagi baru bertindak. Jalan ini bukan jalan kecil, tapi jalur utama yang selalu ramai kendaraan. Pemerintah harus serius, bukan sekadar janji,” sindir Jodi.
Hingga berita ini diturunkan, pohon mati berukuran besar itu masih berdiri rapuh di tepi jalan, dikhawatirkan mengancam keselamatan pengguna jalan. Warga dan Pemdes Sukaharja kembali menegaskan desakan mereka agar pemerintah provinsi segera bertindak sebelum kelalaian berujung tragedi lebih besar.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







