Swadaya Warga Kampung Kiaralawang, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi memperbaiki jalan rusak PTPN Cikaso Regional II / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Sebuah video warga memperbaiki jalan rusak secara swadaya di Kampung Kiaralawang, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, viral di media sosial. Video yang diunggah akun Facebook Nurrodiah Mmh Ayang ini memicu diskusi h@ngat publik sejak Minggu (14/9/2025).
Dalam rekaman berdurasi singkat, warga tampak menyusun batu dan melakukan pengerasan jalan tanah yang sudah lama rus@k parah. Perbaikan dilakukan dengan biaya dan tenaga masyarakat sendiri, tanpa bantuan pemerintah.
Unggahan tersebut juga disertai keluhan keras pengunggah yang menyinggung beban warga. Meski tetap diwajibkan membayar pajak, mereka tetap harus urunan dan kerja bakti untuk memperbaiki jalan. “Pengusaha di sini harus bayar pajak, harus kerja bakti juga, belum lagi beli b@tu untuk perbaiki jalan. Atuh ripuh dak,” ujar Nurrodiah dikutip MediaAksara.
Camat Tegalbuleud, Encep Iskandar, dikonfirmasi MediaAksara mengucapkan terima kasih atas partisipasi warga. Menurutnya, jalan yang diperbaiki merupakan akses perkebunan PT Perkebunan Nus@ntara (PTPN) Cikaso Regional II yang menghubungkan Cikaso–Agrabinta.

“Kami apresiasi swadaya masyarakat, sekitar 36 kubik b@tu hingga batu pasang 15 kubik yang digunakan,” ujarnya, Senin (15/9/2025).
Encep menambahkan, kondisi jalan tersebut memang cukup memprihatinkan. Sekitar sebulan lalu, seorang w@rga bernama Ade Nurfalah bahkan harus ditandu karena akses jalan tak bisa dilalui kendaraan roda empat.
“Pada Juni lalu sudah ada kesepakatan antara pihak perkebunan, pemerintah desa, dan kec@matan. Jalan tersebut dapat diintervensi pembangunan melalui anggaran desa atau sumber dana lainnya,” jelasnya.
Video gotong royong ini menuai beragam reaksi warganet. Sebagian besar mengapresiasi semangat kebersamaan warga, namun t@k sedikit pula yang menilai kondisi ini sebagai bukti lemahnya peran pemerintah dalam penyediaan infrastruktur dasar pedesaan.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







