Penampakan unik di karnaval 17 Agustus Desa Sukamulya, Cikembar, Sukabumi. Sosok pocong amplop coklat dan keranda jenazah muncul sebagai satire tajam terhadap praktik calo pabrik / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Gebyar Karnaval 17 Agustus 2025 di Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, tahun ini menyisakan pemandangan tak biasa.
Di tengah arak-arakan meriah yang dihiasi bendera merah putih, kostum pejuang, dan tabuhan musik tradisional, tiba-tiba muncul sosok pocong dengan tubuh penuh lilitan amplop coklat serta keranda jenazah. Penampilan itu sontak mengundang rasa penasaran sekaligus rasa miris warga yang memadati jalan desa.
Baca: https://mediaaksara.id/merdeka-19-warga-binaan-lapas-warungkiara-bebas-pada-hut-ke-80-ri/
Bukan sekadar hiburan, penampakan pocong amplop coklat serta keranda jenazah menghadirkan tanda tanya bagi yang melihatnya. Amplop yang menempel di sekujur tubuhnya menjadi simbol sindiran terhadap praktik percaloan tenaga kerja di kawasan industri Sukamulya dan Sukabumi.
Sejumlah pemuda kreatif desa mengaku sengaja menghadirkan simbol tersebut agar suara rakyat kecil tidak tenggelam dalam gegap gempita perayaan kemerdekaan.
“Unik, tapi juga bikin merinding. Karnaval jadi beda, ada pesan yang langsung kena ke hati,” ujar SW salah seorang penonton.
Bagi sebagian warga, simbol yang mereka sebut sebagai “azab calo pabrik” seolah menyuarakan jeritan mereka yang selama ini pasrah menghadapi pungutan liar (pungli) saat mencari kerja.
Karnaval Sukamulya kali ini membuktikan, seni dan budaya bukan hanya sekadar pesta rakyat, tetapi juga media penyampai kritik sosial. Dari tawa hingga renungan, pocong amplop coklat itu sukses meninggalkan kesan mendalam di benak masyarakat.
Sumber: Gilang Gumelar
Redaktur: Rapik Utama







