Pendiri Desa Wisata Hanjeli Waluran, Kabupaten Sukabumi, Hidayat Asep (kiri) bersama dua tokoh nusantara meraih penghargaan Svarna Bhumi Award 2025 dari Pupuk Indonesia dan Metro TV / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Pendiri Desa Wisata Hanjeli Waluran, Kabupaten Sukabumi, Hidayat Asep, meraih penghargaan Svarna Bhumi Award 2025 dari Pupuk Indonesia dan Metro TV. Penghargaan tingkat nasional ini diserahkan melalui acara Kick Andy pada Jumat (15/8/2025), bertepatan dengan peringatan menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bagi Hidayat, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol. Ia menegaskan gelar Pahlawan Pangan Nasional adalah pengingat sekaligus dorongan untuk terus menjaga bumi serta mengangkat martabat pangan lokal, khususnya hanjeli, yang selama ini kerap diperjuangkannya.
“Alhamdulillah, di momen bersejarah Hari Kemerdekaan tahun ini saya menerima Svarna Bhumi Award 2025. Sebagai bentuk pengakuan atas perjuangan 15 tahun konsisten mengenalkan hanjeli sebagai pangan lokal untuk pelestarian, diversifikasi produk, edukasi wisata, hingga riset nasional dan internasional,” ujar Hidayat pada Minggu (17/8/2025).
Perjalanan Hidayat bersama hanjeli telah dimulai sejak lebih dari satu dekade lalu. Biji kecil yang dulu dipandang sebelah mata itu kini berhasil ia kenalkan sebagai pangan sehat sekaligus identitas budaya lokal Sukabumi dan Jawa Barat.
“Dari hanjeli saya belajar, sesuatu yang dirawat dengan sabar dan diperkenalkan dengan konsisten bisa tumbuh menjadi kebanggaan bersama. Saya persembahkan penghargaan ini untuk keluarga, tim hanjeli, para pejuang pangan lokal, akademisi, UMKM, hingga komunitas dan pemerintah yang selama ini mendukung penuh perjuangan ini,” tuturnya.
Baca: https://mediaaksara.id/ketua-dprd-sukabumi-desak-solusi-warga-munjul-terdampak-tol-bocimi-seksi-2/
Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada Bank Indonesia yang terus mendukung pengembangan produk hanjeli, serta media yang konsisten mengabarkan perjuangannya.
Menurut Hidayat, kemerdekaan sejati tidak hanya diartikan bebas dari penjajahan, melainkan juga merdeka dalam pangan, mandiri dengan kekayaan bumi sendiri, dan bangga dengan jati diri bangsa.
“Mari kita jaga bumi, rawat warisan leluhur, dan terus berkarya dengan penuh cinta untuk Indonesia,” beber Hidayat.
Redaktur: Rapik Utama







