Home / Pemerintahan

Minggu, 28 Desember 2025 - 12:03 WIB

PMI Gandeng Atma Connect, Internet Satelit Siaga Bencana Hadir di 5 Desa Sukabumi

Sekda Sukabumi membuka kick off kegiatan PMI bersama Atma Connect dalam mengembangkan model ketahanan internet berbasis komunitas fase dua di lima desa rawan bencana di Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi menunjukkan komitmennya dalam penguatan penanggulangan bencana berbasis komunitas dengan mengembangkan Model Ketahanan Internet Berbasis Komunitas Berkelanjutan bersama Atma Connect. Program fase kedua ini menyasar lima desa di tiga kecamatan rawan bencana di Kabupaten Sukabumi.

Lima desa tersebut meliputi Desa Cimerang, Margaluyu, dan Citamiang di Kecamatan Purabaya, Desa Tegalega Kecamatan Cidolog, serta Desa Bojongtugu Kecamatan Curugkembar. Program ini merupakan kelanjutan dari fase pertama yang sukses dilaksanakan di Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung dan Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengapresiasi kolaborasi PMI dan Atma Connect yang dinilainya berdampak manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat bencana.

Baca:https://mediaaksara.id/pembayaran-material-rampung-pengaspalan-jalan-kampung-cibungur-kembali-dilanjutkan/

“Kolaborasi PMI bersama Atma Connect ini luar biasa. Bukan hanya menghadirkan jaringan internet, tetapi juga pelatihan kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas,” ujar Ade Suryaman saat menghadiri penandatanganan kick off program fase kedua di Aula PMI Kabupaten Sukabumi, Sabtu (27/12/2025).

Ia menilai, keberhasilan fase pertama telah melahirkan komunitas desa yang lebih siap dan terlatih menghadapi bencana, bahkan merasakan manfaat dari keberadaan akses internet saat kondisi darurat.

“Harapannya, fase kedua ini juga berjalan lancar sehingga lima desa sasaran bisa merasakan dampak positif yang sama,” tambahnya.

Baca: https://mediaaksara.id/relawan-kdm-dampingi-orang-tua-korban-kekerasan-seksual-anak-sukabumi-ke-lembur-pakuan-minta-pendampingan-hukum-jabar-istimewa/

Direktur Atma Connect, Alpan R. Kasdar, menjelaskan keberhasilan fase pertama menjadi dasar kuat untuk memperluas jangkauan program pada fase kedua dengan cakupan wilayah yang lebih luas.

Di fase pertama hanya dua desa, sekarang berkembang menjadi lima desa di tiga kecamatan. Program ini bukan sekadar pemasangan internet, tapi juga pembentukan dan pelatihan relawan desa,” jelasnya.

Ia menegaskan, internet berbasis satelit yang disediakan dirancang tetap berfungsi saat jaringan konvensional lumpuh akibat bencana.

Baca: https://mediaaksara.id/upah-2026-ditetapkan-kdm-naik-631-persen-serikat-buruh-sukabumi-kecewa-dinilai-abaikan-rekomendasi-daerah/

“Saat bencana, komunikasi sering terputus. Dengan internet satelit dan pelatihan pemanfaatannya, warga bisa mempercepat penanganan pascabencana dan menjadi lebih mandiri,” ungkap Alpan.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, Hondo Suwito, menambahkan setelah kick off, program akan langsung berjalan hingga tahun 2026.

“Desa-desa terpilih akan mendapatkan akses internet sekaligus pelatihan kesiapsiagaan bencana. Terima kasih atas kolaborasinya, semoga membawa manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.

 

Sumber: Diskominfosan Kab.Sukabumi

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

‎Ironi Kelistrikan Nasional, Hampir 70 Rumah Warga di Cibadak Sukabumi Belum Teraliri Listrik

Pemerintahan

BSPS 2026 Sasar 200 Rumah di Sukabumi, Tambahan 100 Unit Dikawal Ribka Tjiptaning untuk 2027

Pemerintahan

Pemprov Jabar KDM Wajibkan Desa Buka APBDes 2026, Warga Bisa Awasi Anggaran Lewat Media Sosial

Pemerintahan

Hari Santri 2026: Santri Sukabumi Didorong Kuasai Teknologi dan Aktif Bangun Daerah

Pemerintahan

Data BPS: Pengangguran Sukabumi 110 Ribu, Disnaker Genjot Pelatihan dan Kewirausahaan

Pemerintahan

DPRD Sukabumi Soroti Penegakan Reforma Agraria, Hak Petani atas LPRA di Lahan Eks PTPN Harus Dilindungi

Pemerintahan

Dua Pekan 1.300 Siswa di Sukabumi Tak Terima MBG, SPPG di Nagrak Ungkap Kendala Data BGN

Pemerintahan

Tegas! Dikeluhkan Warga Perum karena Bau Menyengat, Peternakan Ayam di Nagrak Disegel Satpol PP Sukabumi ‎