Lapas Warungkiara Sukabumi kembangkan lahan pertanian produktif libatkan warga binaan pemasyarakatan/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menghadirkan inovasi pembinaan berbasis ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan kosong menjadi area pertanian produktif.
Beragam komoditas kini tumbuh subur di dalam lapas, mulai dari pisang hingga sayuran segar. Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, menjelaskan sejumlah komoditas unggulan yang dikembangkan, di antaranya pisang raja bulu sebanyak 2.500 pohon dan pisang tanduk 1.000 pohon. Selain itu, terdapat terong bulat dan terong ungu masing-masing 4.000 pohon, serta cabai rawit dalam jumlah serupa.
Tak hanya itu, berbagai tanaman lain seperti pakcoy, kangkung, caisim, seledri, timun, kacang panjang, daun bawang, hingga nanas turut dibudidayakan sebagai bagian dari diversifikasi pertanian.
Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, yang dipadukan dengan program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Kami menargetkan Lapas Warungkiara menjadi pilot project sebagai penyuplai buah pisang di Jawa Barat,” ujar Panji, Jumat (17/4/2026).
Ia menambahkan, seluruh proses pertanian melibatkan warga binaan secara aktif, mulai dari pengolahan lahan hingga panen. Kegiatan ini diharapkan mampu membekali mereka dengan keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat.
Selain itu, pihak lapas juga menggandeng masyarakat sekitar dan terus memperluas lahan pertanian guna meningkatkan hasil produksi.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







