Home / Peristiwa

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:52 WIB

Pakai Rompi Orange Digelandang Kejari ke Lapas! Kades Neglasari Tersangka Korupsi, Negara Rugi Capai Rp400 Juta

Tim gabungan Kejari Kabupaten Sukabumi amankan Kades Neglasari, Kecamatan Lengkong tersangka korupsi dana desa dan PBB 2023–2024. ke mobil tahanan di Kantor Kejari, Kamis (5/3/2026) / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Pemberantasan korupsi di tingkat desa kembali ditegaskan Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi. Kepala Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, berinisial RH (41), resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran keuangan desa dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dengan kerugian negara mencapai Rp394.861.618.

Penetapan tersangka dilakukan pada Kamis, 5 Maret 2026, sekitar pukul 14.30 WIB di Kantor Kejari Kabupaten Sukabumi melalui Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus). RH diduga menyalahgunakan anggaran desa dan PBB untuk tahun anggaran 2023 hingga 2024.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kabupaten Sukabumi, Rachman, menjelaskan penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil penyidikan dan audit perhitungan kerugian keuangan negara.

“Berdasarkan hasil penyidikan serta audit, tersangka RH diduga melakukan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran keuangan desa dan Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Neglasari,” ujar Rachman kepada awak media.

Hasil audit tersebut tertuang dalam laporan bernomor 700.1.2.1/1919/Irbansus/2025 tertanggal 21 Agustus 2025, yang mengungkap potensi kerugian keuangan negara hampir menyentuh Rp400 juta akibat dugaan penyimpangan anggaran desa selama dua tahun anggaran.

Untuk kepentingan penyidikan, RH kini resmi ditahan selama 20 hari di Lapas Kelas IIA Warungkiara, terhitung sejak 5 Maret hingga 24 Maret 2026.

“Penahanan ini dilakukan guna memperlancar proses penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Rachman.

Ia menambahkan, langkah hukum tersebut merupakan bentuk keseriusan Kejaksaan dalam menegakkan hukum serta memberikan efek jera terhadap pelaku penyimpangan anggaran negara, termasuk di lingkungan pemerintahan desa.

“Kami memastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional dan transparan, khususnya terhadap tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara,” tandasnya.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola keuangan desa agar menjalankan tata kelola anggaran secara akuntabel, transparan, dan sesuai regulasi. Hingga kini, Kejari Kabupaten Sukabumi masih terus mendalami perkara tersebut untuk kemungkinan pengembangan penyidikan lebih lanjut.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Kecelakaan Maut Motor Tabrak Truk Box di Jalan Sukabumi, Pengendara Meninggal di Lokasi

Peristiwa

Wartawan Geruduk Kejari Sukabumi, Dugaan Adu Domba, Tuntutan Kasi Intel Mundur! Kajari: Akan Dievaluasi 

Peristiwa

Kamar Kontrakan Digerebek! Satnarkoba Temukan 5,12 Gram Sabu dan 1.500 Tramadol Siap Edar di Sukabumi

Peristiwa

Mobil Parkir Akan ke Masjid di Jalan Selabintana! Jangan Lupa Aktifkan Rem Tangan, Ini Risikonya

Peristiwa

Hilang Terseret Ombak di Pantai Karangnaya, Jasad Wisatawan Ditemukan Mengapung di Citepus Palabuhanratu

Peristiwa

Sabu 42,8 Gram Siap Edar Disita, Polisi Bongkar Dugaan Jaringan Pengedar Narkoba di Sukabumi

Peristiwa

Nekat Kabur Napi Asimilasi Lapas Warungkiara, Polisi Sukabumi Buru Patah Alias Acil

Peristiwa

Lahan Alang-Alang di Padaraang Terbakar, Damkar Cikembar Padamkan Api Jauh Dari Pemukiman Warga Gunungguruh