Home / Pemerintahan

Kamis, 27 Februari 2025 - 15:37 WIB

Monev Sekolah Perempuan Jabar 2025: Mendorong Pemberdayaan Perempuan di Sukabumi

DP3AKB Jabar dan Kabupaten Sukabumi Monev Sekolah Perempuan Jabar 2025 / Foto : Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Sekolah Perempuan Jawa Barat Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (26/02/2025) di Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang.

Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, menegaskan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk meninjau perkembangan Sekolah Perempuan Jawa Barat pasca-pelaksanaan tahun 2024.

“Kami mendukung inovasi dan peningkatan indikator kerja dalam program ini. Bersama DP3AKB Provinsi Jawa Barat, kami melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Sekolah Perempuan Jawa Barat di berbagai kabupaten/kota,” ujarnya.

Baca: https://mediaaksara.id/kuasa-hukum-mahasiswi-magang-diduga-dilecehkan-di-pn-sukabumi-resmi-lapor-polisi-hakim-tertangkap-ucapkan-jangan-ada-yang-tahu/

Eki juga berharap agar proses Monev berjalan optimal. “Seluruh pelaksana diharapkan mempersiapkan bahan data dengan baik. Selain itu, perwakilan dinas yang menangani pemberdayaan perempuan, fasilitator, serta alumni Sekolah Perempuan Jawa Barat 2024, baik dari pembelajaran dasar-tematik maupun pelatihan vokasional, juga diharapkan berperan aktif,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang, Ramdan Rustarmono, melalui sambungan seluler menyampaikan apresiasi terhadap program Sekolah Perempuan Jawa Barat yang digagas DP3A.

“Program ini memberikan manfaat besar bagi ibu-ibu di desa kami, terutama dalam peningkatan wawasan dan keterampilan mereka. Namun, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan, seperti kendala geografis yang membatasi akses ke pelatihan serta kesulitan dalam memahami dan menerapkan materi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, pada jum’at (27/02/2025).

Baca: https://mediaaksara.id/rakor-pemdes-jayanti-dan-muspika-palabuhanratu-bahas-tata-tertib-ramadan-zis-dan-penanganan-odgj/

Ramdan berharap program ini terus dikembangkan dengan materi yang lebih aplikatif sesuai kebutuhan peserta, khususnya dalam aspek ekonomi dan pengelolaan keluarga.

“Diperlukan strategi tindak lanjut agar ilmu yang diperoleh bisa diterapkan secara nyata dan disebarkan ke komunitas. Dukungan lanjutan dalam bentuk pendampingan maupun akses ke sumber daya akan sangat membantu ibu-ibu menjadi agen perubahan di lingkungan mereka,” pungkasnya.

Reporter : Soni

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

May Day 2026 Sukabumi Disiapkan: Pemerintah, Buruh, dan Aparat Kompak Jaga Kondusivitas

Pemerintahan

Pengelolaan Insentif Guru PAUD Dievaluasi, Disdik Sukabumi Perkuat Validasi Data

Pemerintahan

Pondok SAE Berkah Mandiri Lapas Warungkiara Jadi Pusat Pembinaan dan Ketahanan Pangan

Pemerintahan

BOS Jangan Ngendap! DPRD Sukabumi Sentil Sekolah: Rawat Fasilitas Sebelum Rusak Parah

Pemerintahan

Air Bersih Dambaan! Lapas Sukabumi Bangun Sumur Bor untuk Warga di HBP ke-62

Pemerintahan

Proyek Jalan Gudang Rp1,2 Milyar Disorot! Inspektorat Temukan Selisih Pekerjaan, Potensi Kerugian Mulai Terendus

Pemerintahan

DPRD Sukabumi Buka Pintu Aduan! Sentil Dugaan ‘Warisan Utang’ Kepsek hingga Skema Anggaran Pendidikan Revitalisasi 

Pemerintahan

Perda Desa Dirombak ! Jabatan Kades Jadi 8 Tahun, Komisi I DPRD Sukabumi Buka Pintu Aspirasi Publik