Mahasiswa Universitas Nusa Putra melalui KKN Kelompok 6A menghadirkan teknologi prediksi dini untuk membantu skrining dan pencegahan stunting bersama Puskesmas Cikidang dan Kader Posyandu di Desa Gunung Malang, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Mahasiswa Universitas Nusa Putra melalui Kelompok KKN 6A menghadirkan inovasi pencegahan stunting berbasis teknologi di Desa Gunung Malang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi.
Program bertajuk “Cegah Stunting Sejak Dini” memadukan skrining, edukasi gizi, dan pendampingan keluarga balita dengan pemanfaatan website prediksi risiko stunting.
Kelompok KKN 6A yang berjumlah sepuluh mahasiswa yaitu Daniel Osei,
Esa Khoerunnisa, Humaira Raihani Sunarlan, Intan Salsabila, Khania Nurhaliza Suhandi, Lupita Puspa Prameshi Andiri, Moch. Iqbal H,
Moch. Ramdhan Irawan, Reva Meisya Alamsyah, dan Teguh Sundara Zahid.
Mewakili rekannya, Teguh Sundara Zahid mengatakan program dirancang membantu masyarakat mengenali risiko stunting secara lebih cepat dan mudah. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dampaknya tidak hanya terhadap pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif dan produktivitas anak.
Baca Juga :
Secara nasional, pemerintah menempatkan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan. Upaya tersebut antara lain diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Dalam pelaksanaannya, Kelompok KKN 6A memanfaatkan website prediksi stunting sebagai alat bantu skrining berdasarkan data jenis kelamin, usia, berat badan, serta tinggi atau panjang badan balita.
Teknologi ini kemudian dipadukan dengan edukasi mengenai gizi seimbang, pola asuh, serta langkah pencegahan stunting. Kader Posyandu dan orang tua juga mendapatkan pendampingan agar mampu memahami hasil skrining dan menentukan langkah tindak lanjut bersama tenaga kesehatan.
Baca Juga :
Pekerja Migran Jabar Jadi Sorotan, Wagub Erwan Siapkan Penguatan Perlindungan TKW
Program ini memiliki tiga fokus utama, yakni deteksi dini berbasis teknologi, peningkatan pengetahuan masyarakat, dan pendampingan keluarga balita yang berisiko.
Selain membantu orang tua, kegiatan edukasi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemantauan pertumbuhan balita.
Respons masyarakat terhadap program disebut positif. Kader Posyandu dan orang tua balita antusias mengikuti kegiatan skrining dan edukasi serta berharap teknologi tersebut tetap dapat dimanfaatkan setelah masa KKN berakhir.
Program KKN 6A Universitas Nusa Putra merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kegiatannya juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta SDG 17 tentang Kemitraan.
Website prediksi stunting yang digunakan dalam program dapat diakses melalui cegahstunting-seven.vercel.app.
Sumber : KKN 6A UNP
Redaktur : Rapik Utama







