Home / Kabar Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Seren Taun ke-658 Kasepuhan Gelar Alam: Menjaga Warisan Leluhur di Tengah Perubahan Zaman

Seren Taun ke-658 Kasepuhan Gelar Alam di Desa Sirnaresmi Cisolok, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa “A.Rumi”

‎CISOLOK, MEDIAAKSARA.ID – Ratusan tahun berlalu, namun tradisi masyarakat adat Kasepuhan Gelar Alam di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, tetap hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.

‎‎Puncak Upacara Adat Seren Taun ke-658 digelar pada Minggu (4/10/2026) dengan mengusung tema “Nyoreang Alam Katukang, Nyawang Alam Nu Bakal Datang atau menengok masa lalu untuk menatap masa depan.

‎Tradisi tahunan wilayah yang masuk Kasepuhan Banten Kidul menjadi ruang masyarakat adat mempertahankan nilai-nilai budaya sekaligus merefleksikan hubungan manusia dengan alam.

‎Perayaan turut dihadiri Anggota DPR RI Dewi Asmara, Bupati Sukabumi Asep Japar bersama Wakil Bupati Andreas, unsur Forkopimda, serta Forkopimcam.


Baca Juga : ‎

26 Tokoh Nasional Masuk Wantimpres Prabowo, Nama Rocky Gerung hingga Ignasius Jonan Jadi Sorotan

‎Beragam tradisi khas Kasepuhan mewarnai rangkaian kegiatan. Di antaranya prosesi angkat ampih pare ka leuit, sarasehan bersama Baris Olot Kasepuhan, serta pertunjukan budaya seperti Dongdang, Dog-dog Lojor, Debus, Lisung, Rengkong, Gondang Buhun, dan Tari Tani.

‎Bupati Sukabumi Asep Japar menilai keberlangsungan Seren Taun hingga generasi ke-658 menunjukkan kuatnya komitmen masyarakat adat dalam menjaga warisan leluhur di tengah perkembangan zaman.

‎”Pelaksanaan Seren Taun ke-658 merupakan bukti keteguhan, konsistensi, dan kecintaan masyarakat adat dalam melestarikan warisan budaya,” ujar Asep.

Prosesi Angkat Ampih Pare Ka Leuit di Seren Taun ka 658 Kasepuhan Gelar Alam di Desa Sirnaresmi Cisolok, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa "A.Rumi"
Prosesi Angkat Ampih Pare Ka Leuit di Seren Taun ka 658 Kasepuhan Gelar Alam di Desa Sirnaresmi Cisolok, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa “A.Rumi”

 

Menurutnya, pelestarian adat tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan budaya, tetapi juga memiliki nilai sakral dalam menjaga ketahanan pangan serta kehidupan masyarakat.

‎Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kata Asep, juga terus mendorong upaya pengakuan Warisan Budaya Takbenda (WBTB) bagi Kasepuhan Gelar Alam.


‎Baca Juga : ‎

Akhmad Munir Lantik Pengurus PWI Jabar 2026-2031, KDM Tekankan Pentingnya Objektivitas Pers ‎

‎”Pemkab Sukabumi berkomitmen mendukung pelestarian adat serta pengembangan potensi kawasan ini sebagai destinasi wisata budaya unggulan,” katanya.

‎Sementara itu, Pemimpin Adat Kasepuhan Gelar Alam, Abah Ugi Sugriana Rakasiwi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung pelaksanaan Seren Taun ke-658.

‎‎”Alhamdulillah, penyelenggaraan Seren Taun berjalan lancar,” ujarnya.

‎Seren Taun ke-658 pun tidak sekadar menjadi perayaan adat. Di balik rangkaian prosesi dan kesenian tradisional, terdapat upaya masyarakat Kasepuhan Gelar Alam untuk menjaga ingatan kolektif, merawat hubungan dengan alam, serta meneruskan nilai-nilai leluhur kepada generasi berikutnya.

‎

‎Sumber : Diskominfosan Kab. Sukabumi

‎Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

27 Warga Desa Cikujang Sukabumi Alami Diare, Puskesmas Gunungguruh Lakukan Tindakan Kesehatan ‎

Kabar Daerah

Polisi Cibadak Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Profesor di Sukabumi yang Kabur ke Makassar

Kabar Daerah

Petani Bagja Sutra Sukabumi Minta Rencana Pembangunan Batalyon di Lahan Garapan Dikaji Ulang ‎

Kabar Daerah

‎Judi Online: Pemain Diburu, Pembeking Dicari? Laskar Fiisabilillah Tantang Pemkot Sukabumi

Kabar Daerah

Tradisi Pembaretan STEKMENSI Dipertahankan, Ayep Zaki Tekankan Pendidikan Karakter ‎

Kabar Daerah

Perjuangan Keluarga Desil 3, Aye dan Kakaknya Difabel Tetap Berkarya, Pemdes Talaga Komitmen Bantu

Kabar Daerah

SMPN 2 dan Rumah Terdampak Cuaca Ekstrem, Wabup Sukabumi Salurkan Bantuan ke Warga Cicurug

Kabar Daerah

Pesta Siaga Cidahu Bersama Wabup Sukabumi, 280 Peserta Ikuti Pembinaan Kepramukaan