Home / Peristiwa

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:25 WIB

Longsor Susulan Lumpuhkan Jalur Kiaradua–Bagbagan, Dua Titik Tertutup Total: Penilik Jalan Nasional, Gunakan Jalur Alternatif 

Tangkapan layar Camat Cibitung bersama warga terhalang jalan longsor susulan di Cimapag dan Pamunguan, Kecamatan Simpenan, kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Ruas Jalan Kiaradua–Bagbagan kembali lumpuh total akibat longsor susulan yang terjadi di Kampung Cimapag dan Pamunguan, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Kamis (15/01/2026) dini hari.

Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama sejak Rabu hingga Kamis menjadi pemicu longsor susulan di dua titik tersebut. Akibatnya, material tanah menutup badan jalan sehingga kendaraan dari arah Kiaradua menuju Bagbagan maupun sebaliknya tidak dapat melintas.

Sejumlah pengguna jalan terpaksa menunggu di sekitar lokasi sambil menanti proses penanganan. Namun hingga pagi hari, alat berat belum dapat dioperasikan lantaran hujan masih mengguyur kawasan tersebut.

Baca: https://mediaaksara.id/rakor-komisi-iv-dprd-sukabumi-bersama-pln-pastikan-status-kerja-dan-jaminan-sosial-tenaga-alih-daya/

Anggota Satpol PP Kecamatan Simpenan, Andes, mengungkapkan longsor susulan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Ia bersama Camat Simpenan dan Kepala KUA bahkan sempat terjebak saat hendak kembali dari Desa Cihaur.

“Longsor susulan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Saya bersama Pak Camat dan Kepala KUA terjebak tidak bisa melintas saat pulang dari Desa Cihaur,”ujar Andes.

Menurutnya, hingga pagi hari kondisi cuaca masih belum bersahabat. “Sampai pagi ini masih hujan, sehingga alat berat belum bisa beroperasi,” tambahnya.

Baca: https://mediaaksara.id/soal-hgu-terlantar-kepala-bpn-sukabumi-kewenangan-bupati-selaku-ketua-gtra/

Hal senada disampaikan Penilik Jalan Nasional Ruas Bagbagan–Jampangkulon, Deni Wahid Laksmana. Ia memastikan hujan lebat menjadi faktor utama terjadinya longsor susulan.

“Betul, kembali terjadi longsor susulan di Cimapag. Material tanah kembali menutup badan jalan sehingga tidak bisa diakses kendaraan,” jelas Deni.

Ia juga menegaskan longsor tidak hanya terjadi di Cimapag, namun juga di titik Pamunguan (Cisarakan) yang sama-sama tidak dapat dilalui kendaraan.

Baca: https://mediaaksara.id/pwi-kabupaten-sukabumi-matangkan-agenda-hpn-2026-konferensi-dan-ukw-jabar/

“Longsor susulan juga terjadi di Pamunguan. Kondisinya sama, jalan tidak bisa diakses,” ungkapnya.

Deni mengimbau kepada para pengguna jalan, khususnya yang hendak menuju Palabuhanratu atau Sukabumi dari arah Pajampangan, agar menggunakan jalur alternatif.

“Pengguna jalan dari arah Jampang dan Geopark disarankan menggunakan jalur Geopark Loji atau Kiaradua–Lengkong, begitu juga sebaliknya,” pungkasnya.

 

Sumber: @Sr1

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Tragedi Maut di Jalur Sukabumi-Bogor, Motor Hilang Kendali dan Hantam Truk Fuso, Satu Tewas

Peristiwa

Tragedi di Sukabumi, Rumah Panggung Terbakar Saat Listrik Padam, Tiga Anak Kakak Beradik Meninggal Dunia

Peristiwa

Gagal Nyalip Truk Kontainer di Jalur Sukabumi-Bogor, Pengendara Supra Tewas Terlindas Ban Belakang

Peristiwa

Warung dan Rumah di Parungkuda Sukabumi Terbakar Akibat Korsleting Listrik, Pemilik Alami Luka Bakar

Peristiwa

Ngeri! Truk Tronton Hilang Kendali di Jalur Lingkar Selatan Sukabumi, Tabrak Motor, Warung hingga Xenia

Peristiwa

Duda Muda di Sukabumi Ditemukan Tewas Tergantung, Pengakuan Keluarga Bikin Haru

Peristiwa

Pekerja Bangunan Tewas Tersengat Listrik Tegangan Tinggi Saat Bangun TK di Sukabumi

Peristiwa

Pengendara Motor Meninggal Mendadak Usai Terjatuh, Mulut Berbusa, Polres Sukabumi Selidiki Penyebab Kejadian