Staf Kecamatan Sukaraja saat meninjau akses jalan longsor di Kampung Bunut, RT 07/RW 02, Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Hujan deras disertai angin yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Minggu sore (24/8/2025) memicu tanah longsor di Kampung Bunut, RT 07/02, Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.15 WIB menyebabkan akses jalan utama warga terputus.
Camat Sukaraja, Arid mengatakan sebagian badan jalan lingkungan ambles terbawa longsor hingga meninggalkan jurang cukup dalam dengan aliran air deras di bawahnya.
“Beruntung, tidak ada warga yang menjadi korban maupun harus mengungsi akibat kejadian ini,” kata Arid, Senin (25/8/2025).
Ketua RT dan RW setempat bersama masyarakat telah melakukan penanganan darurat secara gotong royong. Warga menutup sementara jalur rawan dan membuka akses alternatif, meski perbaikan permanen masih membutuhkan material tambahan.
“Jalan utama ini sangat vital bagi aktivitas warga. Kami berharap segera ada penanganan dari pihak terkait,” tambahnya.
Hingga berita diturunkan, kondisi di lokasi telah ditangani sementara. Namun akses transportasi warga masih terbatas karena sebagian badan jalan hilang tertimbun longsor. Arid memastikan laporan resmi telah disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.
Penyebab longsor diduga akibat curah hujan tinggi, dan kondisi tanah labil di sekitar aliran sungai kecil Kampung Bunut, serta kontur tanah yang curam dan drainase lingkungan yang kurang memadai.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi longsor susulan. Jangan beraktivitas terlalu dekat dengan lokasi longsoran dan segera lapor jika ada tanda-tanda pergeseran tanah,” tegas Arid.
Berdasarkan laporan warga, kebutuhan mendesak berupa material bangunan seperti batu, pasir, dan semen untuk memperkuat jalan yang amblas. Tanpa penanganan segera, dikhawatirkan longsoran semakin meluas dan mengisolasi permukiman.
Peristiwa longsor di Sukaraja kembali mengingatkan bahwa wilayah dengan kontur perbukitan dan curah hujan tinggi rawan bencana alam. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat dinilai sangat penting untuk meningkatkan mitigasi bencana agar dampak keselamatan jiwa dan kerugian materil bisa dihindari.
Sumber : Den
Redaktur : Rapik Utama







