Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin rapat koordinasi pencegahan korupsi melalui MCP dan penataan aset pertanahan / Foto: Istimewa
KOTA SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membuka Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi melalui Monitoring Controlling for Prevention (MCP) dan Optimalisasi Pemanfaatan Pertanahan serta Tata Ruang di Aula BPSDM Provinsi Jawa Barat, Selasa (4/8/2026).
Rapat koordinasi dihadiri jajaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Staf Ahli Kementerian ATR/BPN RI, serta para kepala daerah se-Jawa Barat ini menghasilkan penguatan sinergi dalam penataan pertanahan melalui sembilan program strategis.
Baca Juga :
Program tersebut meliputi percepatan pendaftaran tanah, integrasi data pertanahan, penguatan tata ruang, hingga perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus mencegah potensi sengketa maupun penyimpangan dalam pengelolaan aset daerah.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyatakan hasil rapat koordinasi akan segera ditindaklanjuti di tingkat pemerintah daerah.
Baca Juga :
PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen di GIIAS 2026, Cukup Check-in PLN Mobile
“Hasil rakor akan saya bawa ke rapat pimpinan. Untuk Kota Sukabumi, kita akan fokus menyelesaikan aset-aset milik pemerintah,” tegas Ayep Zaki.
Menurutnya, percepatan penataan dan pengamanan aset pemerintah menjadi prioritas agar seluruh aset daerah memiliki kepastian hukum, tertib administrasi, dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat.
Sumber: Dokpim Kota Sukabumi.
Redaktur : Rapik Utama







