Tangkapan layar kondisi Jembatan Cicewol Cidahu yang bolong pada badan jembatan / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menjelaskan pembangunan Jembatan Cicewol di Kecamatan Cidahu bersumber dari dana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bukan program internal BPBD.
Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyikapi viralnya kondisi jembatan yang dikhawatirkan warga karena tampak berlubang.
“BPBD hanya bertugas pada penanganan tahap darurat. Untuk pelaksanaan pembangunan, itu merupakan bagian dari mekanisme hibah BNPB dan sudah diserahterimakan kepada Pemerintah Daerah,” jelas Deden saat dikonfirmasi MediaAksara.id, Jumat (18/7/2025).
Ia menjelaskan, setelah proses hibah tuntas, pengelolaan jembatan menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) karena jalan tersebut merupakan aset milik Pemerintah Daerah.
“Secara operasional dan prosedural, proses hibah sudah dijalankan. Karena itu jalan milik Pemda, maka yang miliki kewenangan atas pemeliharaan adalah Dinas PU,” tegasnya.
Terkait kondisi badan jembatan yang dikeluhkan masyarakat, Deden mengapresiasi peran serta warga dalam menyuarakan permasalahan tersebut. Pihaknya juga akan mendorong koordinasi lintas sektor membahas hal ini kepada dinas teknis terkait.
Ia menambahkan proyek pembangunan Jembatan Cicewol telah melalui proses audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun, pada 2023 Ia belum bertugas di BPBD, dirinya baru menjabat di BPBD tahun 2024.
“Yang jelas, peran BPBD terbatas pada saat kondisi darurat saja. Untuk pemeliharaan menjadi kewenangan dinas teknis, secepatnya kami akan kordinasi dengan DPU agar dapat diperbaiki,” pungkasnya.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







