BPBD Kabupaten Sukabumi memperingati Isra Mi’raj 1447 Hijriah dengan tausiyah, muhasabah, dan santunan anak / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M menjadi momentum penguatan nilai spiritual dan kemanusiaan di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi. Kegiatan digelar khidmat di Aula BPBD Kabupaten Sukabumi, Rabu (7/1/2026).
Acara diikuti jajaran internal BPBD serta dihadiri berbagai unsur keagamaan, di antaranya Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI), Rois Jamiyyah Thoriqoh, Dai Kamtibmas Polres Sukabumi, Pengurus PCNU Kabupaten Sukabumi, serta Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Nasional (LDTQN) Sukabumi Raya.
Peringatan Isra Mi’raj 1447 H mengusung tema “Membentuk Insan BPBD yang Islami”, dengan tausiyah utama disampaikan oleh KH. Yandi M. Lutfi. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiyah, sesi muhasabah (refleksi dan renungan), serta ditutup dengan kegiatan bakti sosial berupa santunan kepada anak-anak di lingkungan TPA Cimenteng.
Dalam tausiyahnya, KH. Yandi M. Lutfi menekankan peristiwa Isra Mi’raj bukan hanya sejarah perjalanan spiritual Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menegakkan salat sebagai fondasi akhlak, disiplin, dan keikhlasan dalam pengabdian, termasuk bagi aparatur yang mengemban tugas kemanusiaan seperti BPBD.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, dalam arahannya menyampaikan insan BPBD pada dasarnya telah ditempa menjadi pribadi yang tangguh secara fisik dan mental. Namun, ketangguhan tersebut perlu diimbangi dengan kekuatan spiritual.
“Insan BPBD sudah terbiasa menghadapi situasi berat di lapangan. Namun agar setiap amal kebaikan, terutama dalam menolong sesama manusia, benar-benar diterima oleh Allah SWT, maka kita harus memperkuat salat,” ungkap Eki.

Ia menegaskan ibadah salat yang diterima Allah SWT bukan sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan salat disertai niat karena Allah semata.
“Salat yang menjaga nilai ibadah dan sosial adalah salat yang dilaksanakan berjamaah dan tepat di awal waktu. Dari sanalah lahir keikhlasan, kepedulian, dan semangat melayani masyarakat,” tambahnya.
Eki juga mengajak seluruh jajaran BPBD untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai sarana introspeksi diri, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian sosial, terutama kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Di akhir kegiatan, seluruh hadirin bersama-sama memanjatkan doa agar Kabupaten Sukabumi senantiasa dijauhkan dari berbagai potensi bencana alam. Doa juga dipanjatkan bagi warga yang tengah terdampak bencana agar diberikan kesabaran, kekuatan, serta kesehatan lahir dan batin.
Redaktur: Rapik Utama







