Home / Pemerintahan

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:55 WIB

Hujan Ekstrem Picu Longsor dan Robohnya TPT Jabar Istimewa, PPK Dinas BMPR: Proyek 7 Miliar di Lima Titik Dibangun Sesuai Standar 

Kantor UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah II Sukabumi, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat, Jalan Raya Bhayangkara, Kota Sukabumi / Foto: MediaAksara 

MEDIAAKSARA.ID – Robohnya Tembok Penahan Tanah (TPT) Jabar Istimewa dan bronjong pada salah satu titik proyek infrastruktur di ruas jalan Nyalindung- Sagaranten Kabupaten Sukabumi dipastikan terjadi akibat faktor alam, bukan disebabkan kelalaian konstruksi. Penegasan tersebut disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Dola Adrena Iskandar, saat memberikan keterangan kepada awak media di kantor UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah II Sukabumi, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat, Jalan Raya Bhayangkara, Kota Sukabumi, Selasa (13/1/2026).

Dola menjelaskan, kejadian bermula dari curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara berulang. Pada hujan pertama dan kedua, debit air sungai masih dapat tertampung dengan normal. Namun, hujan deras yang terjadi pada 8 Januari 2026 memicu longsornya area persawahan di seberang sungai hingga menutup aliran air.

“Material longsoran sawah tersebut menahan aliran sungai dan akhirnya menghantam bronjong yang berfungsi sebagai penopang TPT. Karena terus-menerus mendapat tekanan air dan hujan, bronjong bergeser dan menyebabkan TPT bagian atas ikut roboh,” jelasnya.

Baca: https://mediaaksara.id/soal-gaji-asn-dan-kondisi-keuangan-daerah-2026-simak-penjelasan-bpkad-sukabumi/

Ia menegaskan, proyek tersebut telah selesai dikerjakan sesuai perencanaan teknis dan ketentuan yang berlaku. Saat kejadian berlangsung, pekerjaan juga masih berada dalam masa pemeliharaan.

“Oleh karena itu, kami sudah menginstruksikan penyedia jasa untuk segera melakukan perbaikan,” ujar Dola.

Adapun penanganan yang akan dilakukan, lanjut Dola, dimulai dengan perkuatan bronjong terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan perbaikan TPT di bagian atas.

Baca: https://mediaaksara.id/sempat-ditutup-jalan-nasional-bagbagan-kiaradua-kini-bisa-dilalui-pengendara-diimbau-waspada/

“Targetnya kondisi akan kembali seperti semula, bahkan dengan tambahan perkuatan agar lebih aman,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dola juga menyampaikan apresiasi kepada media dan kalangan mahasiswa yang telah memberikan kritik dan masukan. Menurutnya, kritik menjadi bagian penting dalam upaya evaluasi dan peningkatan kualitas pekerjaan.

“Kami tidak menutup diri terhadap kritik. Ke depan, mutu pekerjaan akan terus ditingkatkan, termasuk dengan memperketat pengawasan dari pihak kami maupun konsultan,” tegasnya.

Baca: https://mediaaksara.id/aksi-warga-bogor-barat-berbuah-hasil-bupati-rudy-tegaskan-jalur-tambang-masuk-apbd-2026/

Sementara itu, Direktur Lapangan (Dirlap), Mumim Anshori mengungkapkan setelah longsoran pertama terjadi, pihaknya telah melakukan penanganan darurat dengan menutup area terdampak menggunakan terpal. Namun, upaya tersebut sempat terkendala karena hujan kembali turun.

“Saat ini sudah ada sekitar 15 orang tenaga lapangan yang bekerja di lokasi untuk melanjutkan penanganan,” katanya.

Menanggapi informasi yang beredar terkait nilai kerusakan proyek yang disebut mencapai Rp7 miliar, pihak UPTD Wilayah II melalui Humas, Harapan menegaskan informasi tersebut tidak tepat.

Baca: https://mediaaksara.id/bpk-temukan-dugaan-rp27-miliar-bem-ptnu-sukabumi-bina-marga-kerja-apa-pengawasan-abai-pembangunan-siluman/

“Angka Rp7 miliar itu merupakan total nilai pekerjaan di beberapa lokasi, bukan hanya di satu titik. Sepanjang ruas jalan tersebut terdapat sekitar lima titik pekerjaan,” jelasnya.

Ia kembali menegaskan kejadian robohnya TPT dan bronjong murni disebabkan oleh faktor bencana alam.

“Jika longsor sawah itu tidak terjadi, aliran sungai sebenarnya tidak bermasalah. Ini murni kejadian alam. Kuasa alam memang tidak bisa kita bendung,” pungkasnya.

 

Reporter: Ronald Alexsander

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Viral Jalan Rusak Ditanami Pohon Pisang, DPU Sukabumi Gercep Janjikan Perbaikan Lanjutan

Pemerintahan

Kabid SD Angkat Bicara! Kelas SDN Kaum Hegarmanah Rusak, Perbaikan Jadi Prioritas Disdik Sukabumi

Pemerintahan

Lapas Warungkiara Sulap Lahan Jadi Lumbung Pangan, WBP Bangun Masa Depan

Pemerintahan

Mungkinkah! Cek Rincian Tunjangan Perangkat Desa 2026, Bisa Tembus Jutaan per Bulan

Pemerintahan

PIP 2026 Resmi Dibuka: Pelajar Wajib Aktivasi Rekening Sebelum 30 Juni atau Dana Hangus

Pemerintahan

Jalan Gudang Diprioritaskan, DPUTR Sukabumi Beberkan Alasan Strategis dan Kendala 

Pemerintahan

Sekolah Rusak Parah di Sukabumi, Disdik Soroti Penggunaan Dana BOS & Turunkan Tim

Pemerintahan

Huntap Pascabencana di Sukabumi Diresmikan, Pensus Presiden Tambah Bantuan 10 Rumah Lagi