Home / Pemerintahan

Selasa, 24 Juni 2025 - 07:55 WIB

Harganas ke-32, Pemkab Sukabumi Bantu Keluarga Risiko Stunting

Harganas 2025 DPPKB Sukabumi Serentak Berikan Santunan Keluarga Risiko Stunting / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sukabumi, Andreas, secara simbolis menyerahkan santunan kepada keluarga berisiko stunting dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tahun 2025. Acara berlangsung di UPTD Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) Wilayah Palabuhanratu, Senin (23/6/2025).

Dalam sambutannya, Wabup Andreas menegaskan penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan sudah menjadi prioritas nasional dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Pemerintah pusat melalui BKKBN dan berbagai kementerian terus menggencarkan intervensi terintegrasi, mulai dari edukasi pranikah, peningkatan gizi ibu hamil, hingga penanganan balita dan baduta,” jelasnya.

Baca: https://mediaaksara.id/spmb-smpn-1-warungkiara-sesuai-aturan-bupati-2025-prioritaskan-zonasi-dan-pemerataan-kuota/

Ia juga menyoroti pentingnya edukasi dan penjarangan kehamilan dalam program Keluarga Berencana (KB), yang terbukti efektif dalam menekan angka kematian ibu dan anak serta mengurangi risiko stunting.

“Jika kehamilan terjadi di usia ibu di atas 39 tahun, maka risikonya meningkat. Penjarangan kehamilan penting, bukan hanya demi kesehatan ibu, tapi juga demi kualitas anak,” tambah Andreas.

Sekretaris DPPKB Kabupaten Sukabumi, Tia Fatimah, menjelaskan kegiatan serupa digelar serempak di seluruh kecamatan se-Kabupaten Sukabumi.

Baca: https://mediaaksara.id/tragis-bocah-3-tahun-di-nagrak-sukabumi-tewas-terperosok-ke-sumur-sedalam-14-meter/

“Puncak acara akan digelar pada 25 Juni di Kota Depok sebagai tuan rumah tingkat Provinsi Jawa Barat, dilanjutkan dengan mobil pelayanan keliling yang berakhir di Tangerang,” ungkapnya.

Tia juga menyebutkan upaya penanganan stunting di Sukabumi sudah berjalan melalui berbagai pendekatan, seperti Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada calon orang tua. Namun, tantangan masih besar.

“Semua elemen harus bergerak. Ini bukan tugas satu instansi saja, tetapi lintas sektor dan lintas generasi. Kita ingin generasi mendatang bebas stunting, sehat secara fisik dan mental,” pungkasnya.

 

Reporter : Anggita TA. Rahman

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Sidak Lapas Sukabumi: Narkoba Nihil, Barang Terlarang Masih “Betah”

Pemerintahan

Turun Langsung ke Pelosok Sukabumi, Ketua DPRD Ungkap Hal Ini untuk Pembangunan Mubarakah

Pemerintahan

Pemkab Sukabumi Percepat Pemulihan Pascabencana, Koordinasi dengan KSP RI Bahas Hunian dan Infrastruktur ‎

Pemerintahan

TMMD ke-130 Digelar di Sukabumi, Desa Mekarjaya Ciemas Jadi Pusat Kegiatan Nasional

Pemerintahan

DPRD Sukabumi Tetapkan Rencana Kerja 2027, Tiga Fungsi DPRD Jadi Sorotan

Pemerintahan

DPRD Sukabumi Tampung Sorotan Jilid 9 GMNI soal APBD hingga Temuan BPK

Pemerintahan

Aduan ABK Telantar Sukabumi Bermula dari TikTok, Disnakertrans Telusuri Perusahaan Pemberangkat

Pemerintahan

BKPSDM Gercep Proses Kepegawaian Sesuai Aturan, Buntut Dugaan Pelanggaran ASN Sukabumi