CEO Mahirland Group Gerian Satria Wibawa mengungkap penyebab generasi muda sulit memiliki rumah. Tunggakan pinjol kecil bisa membuat BI Checking bermasalah dan KPR gagal / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – CEO Mahirland Group mengungkapkan fakta banyak generasi muda saat ini kesulitan memiliki rumah akibat masalah BI Checking atau Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa KKeuangan (SLIK OJK) , yang dipicu oleh tunggakan pinjaman online (pinjol).
Hal tersebut disampaikan Gerian Satria Wibawa, pengusaha properti Jawa Barat, saat persiapan launching Perumahan SarasaLand di Jalan Sarasa, Kecamatan Cibeureum, serta Belva Residence di Jalan Baros, Sukabumi.
Menurut Gerian, banyak calon konsumen gagal mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) karena memiliki catatan buruk di SLIK OJK. Ironisnya, kegagalan tersebut sering kali disebabkan tunggakan pinjol dengan nilai sangat kecil.
“Ada yang gagal KPR hanya karena tunggakan pinjol sekitar Rp80 ribu. Ini sering tidak disadari, tapi dampaknya besar,” ungkapnya, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, pinjol legal yang terdaftar di OJK akan melaporkan riwayat pembayaran ke SLIK OJK. Keterlambatan atau gagal bayar akan menurunkan skor kredit (kolektibilitas 3–5), sehingga menyulitkan pengajuan kredit perbankan di masa depan.
Gerian juga mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah tergiur pinjol, terlebih pinjol ilegal. Meski tidak tercatat di SLIK OJK, praktik penagihannya dinilai jauh lebih berisiko dan merugikan.
Sebagai solusi, masyarakat yang terlanjur memiliki catatan buruk disarankan segera melunasi tunggakan dan meminta Surat Keterangan Lunas (SKL) sebagai langkah pemutihan BI Checking.
“Bijak sebelum berutang. Kesalahan kecil hari ini bisa menghambat impian besar, termasuk memiliki rumah,” pungkasnya.
Sumber: HCW
Redaktur: Rapik Utama







