Penampakan Gelap Gulita Ruas Jalan Nasional Warungkiara-Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Deretan tiang lampu penerangan jalan berdiri kokoh di sepanjang ruas Jalan Nasional Warungkiara–Palabuhanratu. Namun ironisnya, saat malam tiba, jalan negara yang menjadi urat nadi penghubung wilayah selatan Sukabumi itu justru berubah menjadi lintasan gelap gulita, nyaris tanpa cahaya.
Fakta di lapangan menunjukkan, keberadaan tiang lampu tak lebih dari sekadar simbol. Lampu tak menyala, penerangan nihil, dan pengendara dipaksa mengandalkan sorot lampu kendaraan masing-masing untuk menembus pekatnya malam. Kondisi ini telah berlangsung lama dan seolah menjadi pemandangan biasa yang tak lagi mengundang respons dari pihak berwenang.
Warga sekitar Dudun (42) mengaku sudah berulang kali mengeluhkan situasi tersebut. Tidak sedikit kecelakaan lalu lintas terjadi, terutama pada malam hari dan saat cuaca hujan. Minimnya penerangan membuat jalan rawan, terlebih di sejumlah titik yang memiliki tikungan tajam dan kontur menurun.
“Tiang lampunya ada, tapi gelap. Kalau malam sangat berbahaya. Sudah sering kecelakaan, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” ujarnya, Senin (22/12/2025).
Sebagai jalan nasional, ruas Warungkiara–Palabuhanratu berada di bawah kewenangan Pemerintah Pusat. Namun hingga kini, keluhan masyarakat belum juga berbuah tindakan nyata.
Kritik pun datang dari Pedagang Nasi Goreng Cigombong, Warungkiara Fadli (37), Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar tentang komitmen pemerintah dalam menjamin keselamatan pengguna jalan di jalur strategis tersebut.
“Saya berharap keberadaan tiang lampu penerangan tidak hanya menjadi pajangan proyek semata, tetapi benar-benar difungsikan sebagaimana mestinya. Penerangan jalan bukan sekadar soal fasilitas, melainkan menyangkut keselamatan jiwa,” imbuhnya.
Selama lampu tetap padam dan perhatian pemerintah tak kunjung datang, gelap akan terus menyelimuti Jalan Nasional Warungkiara–Palabuhanratu, gelap secara harfiah, sekaligus gelap dalam penanganan.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







