Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi mengungkap belum ada lahan LP2B yang beralih fungsi pada periode 2025: Kawasan sawah di wilayah Ciemas / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pertanian memastikan belum terdapat lahan yang berstatus Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang beralih fungsi selama periode 2025. Namun, pemerintah terus memperkuat upaya perlindungan lahan pertanian melalui pembahasan 87 persen kawasan LP2B dalam Forum Penataan Ruang (FPR).
Sekretaris Dinas pertanian, Denis Eriska kepada awak media memastikan selama 2025 tidak ada wilayah LP2B yang beralih fungsi, kemudian yang beralih fungsi diluar lahan LP2B dimungkinkan alih fungsi lahan.

“Dengan catatan mereka harus mengganti percetakan lahan ditempat yang lain. Bila lahan sawah itu irigasi teknis harus diganti tiga kali, kalau sifatnya rawa dua kali, dan kalau memang lahan tadah hujan itu satu banding satu penggantinya,” ungkapnya di kantor Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum.
Dari total luasan sekitar 61.800 hektare lahan yang terdata, 87 persennya sekitar 53.000 hektare di antaranya diusulkan masuk dalam kawasan LP2B. Meski demikian, usulan tersebut masih dalam proses dan belum ditetapkan.
“LP2B yang diusulkan masih dalam tahap pengajuan. Nantinya akan melalui proses penetapan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Denis mewakili Kepala Dinas Pertanian, Kamis (18/6/2026).
Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara
Pemerintah menjelaskan, perlindungan lahan pertanian menjadi langkah strategis untuk menjaga produksi pangan dan mencegah penyusutan luas sawah akibat tekanan pembangunan maupun perubahan penggunaan lahan.
Selain aspek luasan, penentuan lahan yang akan masuk LP2B juga mempertimbangkan kualitas dan produktivitas lahan. Setiap bidang lahan telah memiliki klasifikasi tersendiri yang menjadi dasar dalam proses evaluasi dan penilaian.
Reporter: Sr1
Redaktur: Rapik Utama







