Home / Kabar Daerah

Senin, 13 Oktober 2025 - 21:53 WIB

“Engkreg” Inovasi Motor Rakyat dari Pajampangan: Cek Apa Saja Kemampuannya!

Inovasi kreatif warga Pajampangan Sukabumi menciptakan transportasi unik bermanfaat bernama “Engkreg” / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Di tengah keterbatasan infrastruktur jalan di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, warga Pajampangan menciptakan inovasi transportasi unik bernama “Engkreg”, yaitu sepeda motor hasil modifikasi yang tangguh dapat menembus medan ekstrem, muat ratusan kilo beban dan jalan berlumpur.

Kendaraan sederhana hasil kreativitas warga ini kini menjadi solusi andalan di pedesaan yang masih kesulitan akses jalan beraspal, terutama di Kecamatan Tegalbuleud, Ciracap, dan sekitarnya. “Engkreg” lahir dari kebutuhan masyarakat yang hidup di kawasan dengan kondisi jalan licin, terjal, dan kerap tergenang saat musim hujan.

Di Kadusunan Cilampahan, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, misalnya, jalan penghubung antarperkampungan sulit dilalui kendaraan biasa. Dalam situasi seperti itu, Engkreg hadir sebagai solusi transportasi. Dengan roda besar dan rantai yang dimodifikasi, kendaraan ini mampu menembus jalur ekstrem yang tak sanggup dilewati motor standar.

Baca:https://mediaaksara.id/razia-malam-di-blok-dahlia-lapas-warungkiara-tak-ada-narkoba-dan-hp-petugas-sita-barang-terlarang-lain/

“Alhamdulillah, kehadiran Engkreg sangat membantu. Setiap minggu saya belanja bahan kelontongan pakai Engkreg. Jalan di sini susah ditembus kendaraan biasa, apalagi kalau hujan,” ujar Wahyu, pedagang asal Desa Sumberjaya, Senin (13/10/2025).

Awalnya, Engkreg hanya digunakan untuk mengangkut hasil hutan seperti kayu atau bambu. Namun kini, fungsinya berkembang menjadi alat transportasi multifungsi, mulai dari mengangkut hasil pertanian hingga mengantar warga yang sakit ke puskesmas terdekat.

Salah satu pengguna setia Engkreg, Ahmad (41), warga Desa Pasirpanjang, Kecamatan Ciracap, mengaku sudah hampir lima tahun mengandalkan kendaraan ini untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Baca:https://mediaaksara.id/kuasa-hukum-rw-09-pcp-2-polemik-pembukaan-tembok-harus-diselesaikan-secara-sosiologis-pemilik-rumah-silahkan-ke-kuasa-hukum-kami/

“Saya modifikasi motor Honda Supra jadi Engkreg. Biayanya sekitar 2,5 juta rupiah. Beli motor bekas, lalu diubah supaya kuat di tanjakan dan jalan berlumpur,” ungkapnya.

Ahmad menjelaskan, proses modifikasi Engkreg terbilang sederhana. Komponen yang diganti meliputi gir depan dan belakang berukuran besar, rantai yang disesuaikan, serta tambahan bagasi dari potongan drum BBM untuk mengangkut hasil kebun.

“Kalau untuk angkut batu atau hasil pertanian, tinggal pasang bagasi tambahan dari drum yang dibelah dua. Kuat dan tahan lama,” tambahnya.

Baca: https://mediaaksara.id/program-p2wkss-jadi-gapura-sri-baduga-sekda-sukabumi-intervensi-perangkat-daerah-turun-kelapangan/

Meski dibuat secara manual, daya angkut Engkreg luar biasa, mampu membawa beban hingga 500 kilogram, tergantung jenis mesin dan kekuatan rangka. Tak heran jika kendaraan ini menjadi andalan masyarakat di daerah dengan akses jalan minim pembangunan.

Lebih dari sekadar kendaraan, Engkreg kini menjadi simbol kemandirian dan kreativitas warga Pajampangan. Dengan keterampilan mekanik sederhana, warga membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berinovasi.

 

Sumber: @Ja2ng

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Lutung Jawa Bertahan di Desa Penyangga TNGHS, Indikator Kesehatan Hutan Jawa Barat

Kabar Daerah

Sekolah Rusak, Smartboard di Rumah: Ulah Baru Kepsek! Klarifikasi ‘Beres’ SDN Kaum Bikin Penasaran

Kabar Daerah

Kumis Ucing, Warisan Obat Tradisional dari Pekarangan Desa Penyangga Halimun

Kabar Daerah

Konferensi PWI Sukabumi 2026 Makin Dekat, Jabar Turun Tangan Kawal Suksesi Kepemimpinan

Kabar Daerah

Tak Sekadar Masak! Dinkes Sukabumi Latih Penjamah Makanan SPPG Demi Standar Nasional

Kabar Daerah

Sekolah Rusak, Harapan 57 Pelajar: Begini Potret SDN Kaum Hegarmanah Sukabumi

Kabar Daerah

UMKM Lokal Naik Kelas: S&F Shoes Sukabumi Tawarkan Sandal Berkualitas Harga Bersaing

Kabar Daerah

HHBK Dongkrak Ekonomi Desa: Madu Trigona hingga Kopi Cipeuteuy Mulai Dilirik Pasar