Penyerahan santunan dan bantuan dana renovasi bagi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cicayur Pabuaran oleh Korwil MBG Sukabumi di Graha Ahmad Dasuki Ponpes Al Fatonah, Minggu (15/03/2026)/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Kepedulian terhadap dunia pendidikan ditunjukkan Koordinator Wilayah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sukabumi bersama Forkopimcam dan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan menyalurkan bantuan dana renovasi bagi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cicayur, Kecamatan Pabuaran.
Bantuan diserahkan oleh Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Aziz, di Graha Ahmad Dasuki Ponpes Al Fatonah, Minggu (15/03/2026), disaksikan unsur Forkopimcam Gunungguruh, para koordinator kecamatan, serta mitra dapur SPPG.
Sandi menjelaskan, awalnya bantuan renovasi sekolah tersebut direncanakan sebesar Rp50 juta, namun berkat partisipasi para mitra SPPG dana yang terkumpul meningkat menjadi Rp80 juta.
“Awalnya Rp50 juta, tetapi karena antusiasme mitra SPPG sangat tinggi, dana yang terkumpul akhirnya mencapai Rp80 juta untuk membantu renovasi sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi bangunan MI Cicayur cukup memprihatinkan. Bahkan kegiatan belajar mengajar sempat diliburkan karena atap bangunan bocor dan struktur bangunan mengalami kerusakan.
Secara keseluruhan terdapat lima ruang kelas yang rusak, dengan empat ruang dalam kondisi rusak berat dan satu ruang mengalami kerusakan ringan.
Selain menjalankan program pemenuhan gizi masyarakat melalui MBG, pihaknya juga berupaya memperluas kegiatan sosial bagi masyarakat. Di Kabupaten Sukabumi sendiri terdapat sekitar 339 SPPG, meski belum seluruhnya aktif karena masih dalam proses penunjukan kepala SPPG di sejumlah wilayah.
“Kami ingin kegiatan tidak hanya fokus pada program makan bergizi, tetapi juga kegiatan sosial. Tahun ini kami sudah membantu renovasi dua rumah warga di Kecamatan Lengkong dan Cibadak,” jelasnya.
Dalam kegiatan, panitia juga menyalurkan santunan kepada sekitar 100 anak yatim sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial.
Sementara itu, Cecep selaku perwakilan penerima bantuan mengaku bersyukur atas kepedulian yang diberikan. Ia menyebut kondisi bangunan sekolah memang sudah lama membutuhkan perbaikan.
“Sejak sekitar 2016 kondisi sekolah sudah tidak layak. Alhamdulillah ada bantuan sehingga kami berharap kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan aman dan nyaman,” ungkapnya.
Sumber: @Jul1o
Redaktur: Rapik Utama







