Home / Pemerintahan

Senin, 22 September 2025 - 13:27 WIB

DKUKM Sukabumi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Legalitas, NIB, dan Sertifikat Halal

Kepala UPTD PLUT KUMKM Kabupaten Sukabumi, Herman Subandi saat memberikan materi kepada peserta sosialisasi pelayanan legalitas usaha pembuatan NIB dan sertifikat halal / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi melalui UPTD Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) terus berkomitmen mendukung pemberdayaan pelaku usaha. Salah satunya dengan menggelar pelayanan legalitas usaha, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta fasilitasi sertifikat halal yang berlangsung di Aula Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok.

Kepala UPTD PLUT KUMKM Kabupaten Sukabumi, Herman Subandi, saat dikonfirmasi pada Senin (22/9/2025) menjelaskan kegiatan merupakan hasil kerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Sukabumi. Kolaborasi tersebut sudah dilaksanakan pada Jumat, 12 September 2025.

“Program ini menjadi bagian dari upaya DKUKM Sukabumi untuk mendorong UMKM naik kelas. Materi yang kami sampaikan mencakup kepemimpinan, komunikasi efektif, hingga pentingnya legalitas usaha. Semua ini adalah panduan komprehensif agar pelaku UMKM bisa meningkatkan kapasitas bisnisnya,” ujar Herman.

Baca: https://mediaaksara.id/world-cleanup-day-2025-jampangkulon-kompak-gelar-aksi-bersih-bersih-akbar/

UMKM Naik Kelas adalah proses peningkatan kapasitas dan kualitas usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik lokal maupun global. Peningkatan meliputi kualitas produk, efisiensi manajemen, strategi pemasaran inovatif, dan kepatuhan terhadap legalitas usaha.

DKUKM melalui UPTD PLUT KUMKM Kabupaten Sukabumi gelar pelayanan legalitas usaha pembuatan NIB dan sertifikat halal di Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok / Foto: Istimewa
DKUKM melalui UPTD PLUT KUMKM Kabupaten Sukabumi gelar pelayanan legalitas usaha pembuatan NIB dan sertifikat halal di Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok / Foto: Istimewa

Tujuan utamanya adalah mewujudkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan, keberlanjutan jangka panjang, dan memperluas akses pasar. Dengan demikian, UMKM tidak hanya fokus pada peningkatan omzet, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis yang tangguh dan adaptif.

Materi Pilar Penting dalam UMKM Naik Kelas:

1. Kepemimpinan yang Visioner: Pemimpin UMKM dituntut memiliki visi, mampu menginspirasi tim, serta menciptakan budaya kerja positif. Praktik kepemimpinan meliputi leadership by example, komunikasi terbuka, dan pemberdayaan tim.

Baca: https://mediaaksara.id/miris-janda-difabel-di-zona-merah-gegerbitung-dampal-jurig-bantu-solusi-nyata/

2. Komunikasi Efektif: Aktivasi Media Sosial menggunakan platform digital untuk promosi dan interaksi dengan pelanggan.

3. Legalitas Usaha: Layanan OSS Terintegrasi, mempermudah pengurusan perizinan secara online. Sertifikat & NIB: menjadi bukti resmi legalitas usaha sehingga lebih dipercaya pasar.

“Legalitas bukan hambatan, melainkan jembatan menuju pertumbuhan yang lebih aman dan terpercaya. Melalui program ini, kami ingin memastikan UMKM di Sukabumi memiliki daya saing sekaligus keberlanjutan usaha,” tutup Herman melalui sambungan seluler.

 

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Cicurug Terancam Jadi Sasaran Limpahan Industri Bogor? Camat Desak RDTR Tegas ‎

Pemerintahan

Wamen BKKBN Tinjau Penanganan Stunting di Sukabumi, Kolaborasi Desa Jadi Sorotan

Pemerintahan

‎151 Siswa dan Guru SMKN 1 Gunungguruh Alami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi MBG, DPRD Soroti Pengawasan SPPG ‎

Pemerintahan

KPK Hibahkan Aset Rp1,94 Miliar ke Pemkab Sukabumi, SIMPATIK Jadi Sorotan ‎

Pemerintahan

Pemdes Karangmekar Realisasikan BLT Dana Desa dan Insentif Guru Ngaji hingga Linmas ‎

Pemerintahan

Kepala SD CBM Gunung Puyuh Ungkap Anggaran Revitalisasi Rp511 Juta, Pekerja Libatkan Warga Sekitar

Pemerintahan

PLN UP3 Sukabumi Perkuat Sinergi dengan DPRD untuk Tingkatkan Pelayanan Kelistrikan ‎

Pemerintahan

Camat Cicurug Bongkar Tantangan Tata Ruang, RDTR Sukabumi Diminta Tidak Jadi Dokumen Mati ‎