Home / Sosial Ekonomi

Senin, 22 September 2025 - 11:09 WIB

Miris Janda Difabel di Zona Merah Gegerbitung, Dampal Jurig Bantu Solusi Nyata

Penampakan janda difabel di zona merah pergerakan tanah Gegerbitung dibantu LSM Dampal Jurig Sukabumi / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dampit Peduli Lingkungan Jurang Rimba Gunung, atau dikenal dengan LSM Dampal Jurig, bergerak menanggapi viralnya kabar tentang kondisi sosial kemanusiaan di Sukabumi. Ketua Umum LSM Dampal Jurig, Irvan Aziz, turun meninjau kediaman Ibu Kartin (40), seorang janda sebatang kara yang mengalami kelumpuhan dan keterbelakangan mental, di Kampung Suradita, Desa Balekambang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi.

Dalam kunjungannya, ketua Dampal Jurig menyerahkan paket sembako, santunan uang, sekaligus menawarkan solusi jangka panjang bagi Ibu Kartin dan warga sekitar yang terdampak pergerakan tanah di wilayah yang masih masuk zona merah.

“Kondisi di lapangan sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan serius,” ujar Irvan Aziz setelah menerima informasi dari relawan Gerbang Sedekah Bandung mengenai situasi di lokasi.

Baca: https://mediaaksara.id/atap-ruang-guru-sdn-1-bojongjengkol-ambruk-dinas-pendidikan-sukabumi-belum-tindaklanjuti-usulan-perbaikan/

LSM Dampal Jurig mengaku heran lantaran meski banyak organisasi masyarakat (OKP, Ormas, dan yayasan) di Kabupaten Sukabumi menerima hibah pemerintah, keluhan warga miskin justru banyak disampaikan ke pihaknya. Padahal, fokus utama LSM ini adalah penyelamatan lingkungan hidup dan konservasi alam dengan pendanaan swadaya anggota.

“Aneh tapi nyata, semua curhatnya ke LSM Dampal Jurig. Padahal banyak Ormas dan yayasan yang dapat dana hibah, tapi warga justru berharap ke kami,” ungkap Irvan pada Senin (22/9/2025).

Ia menegaskan LSM Dampal Jurig bukan hanya sekadar omdo (omong doang). Dengan rekam jejak memberi solusi di berbagai wilayah, pihaknya ingin membuktikan komitmen nyata. “Percaya pada LSM Dampal Jurig, timses ring 1 AA ini siap hadir dengan solusi, bukan kaleng-kaleng,” tegasnya.

Baca: https://mediaaksara.id/miris-puluhan-tahun-sdn-cilimus-dan-smpn-5-satu-atap-jampangtengah-terancam-ambruk-ratusan-siswa-belajar-di-ruang-darurat/

Menanggapi keluhan warga yang masih hidup di garis kemiskinan, Irvan menyampaikan keprihatinan mendalam. “Mudah-mudahan akhir tahun ini atau 2026, warga bisa direlokasi sesuai janji pemerintah sejak 2021 pascabencana pergerakan tanah di Suradita. Kami pun tidak nyaman jika Sukabumi terus jadi sorotan negatif netizen,” ucapnya.

Penelusuran Dampal Jurig menemukan fakta Ibu Kartin sebenarnya sudah terdata sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten. Namun, efektivitas dan ketepatan sasaran program tersebut masih perlu dievaluasi.

Kabar baik datang setelah Irvan menghubungi Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, yang memastikan kawasan Suradita masuk prioritas pembangunan relokasi rumah. Program akan dimulai akhir 2025 dan berlanjut secara bertahap di tahun 2026.

 

Sumber : Sadev@

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Sosial Ekonomi

Dua Rumah Hangus Terbakar, Pemkab Sukabumi Salurkan Bantuan Korban di Sagaranten

Sosial Ekonomi

Anak Yatim di Cidahu Sukabumi Berjuang Lawan Kanker Mata Stadium 4, Ibunda Harap Uluran Tangan

Sosial Ekonomi

PLN UP3 Sukabumi Bergerak, Korban Kebakaran Cidahu Terima Bantuan dan Dukungan Bangkit

Sosial Ekonomi

PLN dan YBM PLN Hadirkan “Berbagi Cahaya”, Warga Sukamaju Kadudampit Dapat Sentuhan Kepedulian Sosial

Sosial Ekonomi

Pemkab Sukabumi Dampingi Penanganan Balita Diduga Gizi Buruk di Cikembar, Data Bansos dan Layanan Kesehatan Dipercepat

Sosial Ekonomi

Pemkab Sukabumi Percepat Pemulihan Korban Kebakaran Kampung Adat Ciptamulya

Sosial Ekonomi

Krisis DTSEN! Warga Miskin Terdata Desil 7, Kecamatan Cikembar Gercep Dampingi Balita Diduga Gizi Buruk 

Sosial Ekonomi

Duka Kebakaran Nyalindung, Sang Ibu Bekerja: Ketua TP PKK Serahkan Santunan dan Ajak Semua Pihak Perkuat Kepedulian Keluarga