Home / Pemerintahan

Kamis, 30 April 2026 - 15:40 WIB

Dikejar Waktu, Terhambat Administrasi: Warga Korban Pergerakan Tanah Sukabumi Desak HGU 21 Segera Terbit

Bupati Sukabumi, Asep Japar bersama Wakil Bupati Sukabumi di Wawancara awak media di Ponpes Assalam Warungkiara/ Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID — Penanganan bencana pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, memasuki fase krusial. Warga terdampak kini berpacu dengan waktu, mendesak percepatan penerbitan dokumen SPH 21 sebagai syarat utama relokasi hunian tetap.

Keluhan warga menguat dalam audiensi bersama Forkopimcam Bantargadung di Kantor Desa Bantargadung. Mereka menilai proses administrasi berjalan lamban, sementara kebutuhan akan kepastian tempat tinggal semakin mendesak.

SPH 21 menjadi dokumen kunci dalam legalitas lahan relokasi. Tanpa itu, rencana pemindahan warga ke hunian tetap belum dapat direalisasikan, meski kondisi di lokasi terdampak terus mengkhawatirkan.


Desakan kembali mengemuka dalam rapat di Aula Desa Bantargadung, Selasa (28/4/2026). Warga meminta pemerintah segera memastikan ketersediaan lahan relokasi di Kampung Cikembang, Dusun Sukamana.

Camat Bantargadung, Syarifuddin Rahmat, menyampaikan harapan masyarakat atas relokasi dapat segera terealisasi. Namun hingga kini, kendala administratif masih menjadi hambatan utama yang belum terselesaikan.

Situasi semakin mendesak karena masa Dana Tunggu Hunian (DTH) hanya berlaku selama enam bulan. Jika relokasi tak segera terealisasi, warga berisiko menghadapi ketidakpastian baru tanpa jaminan tempat tinggal yang layak.


Menanggapi hal tersebut, Bupati Sukabumi, Asep Japar, memastikan pemerintah daerah tengah memproses seluruh kebutuhan administrasi yang dikeluhkan warga.

“Sedang diurus. Tenang saja, saya tidak diam. Keberpihakan kami jelas kepada masyarakat,” ujar Bupati, Kamis (30/4/2026) di Ponpes Assalam Warungkiara.


Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penanganan relokasi, namun mengingatkan seluruh proses harus tetap mengikuti prosedur yang berlaku.

“Kami ingin masyarakat segera mendapatkan hunian layak. Mohon bersabar karena prosesnya harus sesuai aturan,” tambahnya.

Kondisi ini menjadi ujian bagi pemerintah daerah dalam memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat, tepat, dan berpihak pada warga. Di sisi lain, masyarakat kini menanti realisasi konkret dari janji percepatan.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Petani Bagja Sutra Datangi DPTR Sukabumi, Minta Hasil Audiensi Segera Ditindaklanjuti

Pemerintahan

Wali Kota Sukabumi Dorong Birokrasi Bersih dan Pengelolaan Sampah Mandiri Warga Benteng  ‎

Pemerintahan

Lantik 62 Pejabat, Wali Kota Sukabumi Soroti Stunting hingga Pengangguran ‎

Pemerintahan

Puluhan Tahun Menumpang Listrik, Impian Warga Bandung Barat Miliki Meteran Sendiri Terwujud ‎

Pemerintahan

PLN Group Jawa Barat Targetkan 2.710 Keluarga Prasejahtera Nikmati Sambungan Listrik Gratis

Pemerintahan

Konsultasi Publik Cut and Fill PT Cosmo di Sukabumi Disorot, Warga Pertanyakan Legalitas Lahan

Pemerintahan

Imigrasi Sukabumi Serahkan WNA Malaysia ke Kejari, Berkas Perkara Dinyatakan P21 ‎

Pemerintahan

Reses DPRD Kota Sukabumi, Suhud Jaya Tampung Keluhan Warga soal PJU dan Drainase ‎