Home / Pemerintahan

Selasa, 24 Februari 2026 - 22:36 WIB

Di Balik Status Ramah Anak, DPRD Sukabumi Serukan Evaluasi Total Perlindungan Anak dan Penolakan Kekerasan

Ketua Komisi IV DPRD Sukabumi, Ferry Supriyadi mendesak evaluasi total perlindungan anak dan memastikan pengusutan hukum dilakukan hingga tuntas demi keadilan dan kemanusiaan./ Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Kasus meninggalnya seorang anak laki-laki berinisial NS (13) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus menyita perhatian publik. Tragedi ini bukan hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga menjadi cermin serius bagi sistem perlindungan anak di daerah yang baru saja menyandang predikat Kabupaten Ramah Anak.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, menegaskan sejak awal munculnya video terkait kasus tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memastikan proses penanganan berjalan serius dan transparan.

“Sejak awal video muncul di media, kami langsung berkoordinasi dengan dinas terkait dan APH untuk ditindaklanjuti. Hingga saat ini, koordinasi dan pengawalan penyelesaian kasus terus kami lakukan,” ujar Ferry, Selasa (24/2/2026).

Atas nama pribadi, keluarga, dan lembaga Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya NS. Ia mengajak seluruh pihak mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, sekaligus memberi kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Namun di balik duka tersebut, Ferry menyampaikan keprihatinan mendalam. Menurutnya, peristiwa menjadi ironi tersendiri karena terjadi di tengah pengakuan Kabupaten Sukabumi sebagai daerah ramah anak. Tragedi ini, kata dia, menambah catatan penting yang harus segera dievaluasi secara menyeluruh.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Pemerintah daerah ke depan harus memiliki strategi yang lebih maju, tidak hanya fokus pada pendampingan pascakejadian, tetapi juga serius memikirkan langkah-langkah pencegahan agar kekerasan terhadap anak tidak terulang,” tegasnya.

Ferry juga mengungkapkan peristiwa tersebut diduga terjadi dalam lingkup keluarga, sebagaimana mencuat dari sejumlah potongan video dan pernyataan orang tua korban yang beredar di ruang publik. Oleh karena itu, penanganan kasus ini harus dilakukan secara profesional dan berkeadilan, tanpa intervensi apa pun.

Terkait proses hukum, Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi terus berkoordinasi dengan Polres Sukabumi. Ferry memastikan status penanganan perkara telah meningkat ke tahap penyidikan, dan pihaknya mendorong agar aparat penegak hukum bekerja maksimal serta segera mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

“Kami berharap kasus diusut sampai tuntas dan pelakunya diadili seadil-adilnya. Kami pastikan DPRD akan mengawal kasus hingga selesai dengan melibatkan semua pihak terkait,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Ferry mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peristiwa ini sebagai momentum refleksi bersama. Ia menyerukan penolakan tegas terhadap segala bentuk kekerasan pada anak, serta mendorong komitmen kolektif antara pemerintah, legislatif, media, masyarakat, dan organisasi sosial untuk membangun sistem perlindungan anak yang holistik, terpadu, dan berkelanjutan, mulai dari pencegahan, perlindungan, penegakan hukum, hingga rehabilitasi korban.

 

Sumber : @ Sr1

Redaktur: Rapik Utama

 

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Sekmat Jampangkulon Monev Awasi Pengaspalan Jalan Desa, Dana Rp100 Juta Dipastikan Tepat Sasaran

Pemerintahan

Jembatan Garuda Suci Resmi Berdiri di Sukabumi, Kolaborasi TNI dan Rakyat Wujudkan Akses Baru Warga Desa

Pemerintahan

Pemkab Sukabumi Titip Harapan ke SMSI Sukabumi Raya, Jadi Garda Terdepan Media Profesional dan Lawan Hoaks

Pemerintahan

Disperkim Sukabumi Perkuat Sinergi Penanganan Sampah dan Mitigasi Kemarau Bersama Pemprov Jabar dan TNI

Pemerintahan

402 Yayasan SPPG di Sukabumi Didorong Daftarkan Relawan ke BPJS, Korwil SPPG: Tunggu Arahan Teknis BGN

Pemerintahan

GMNI Sukabumi Raya Bongkar Hasil Kajian Pembangunan Daerah, Wabup Andreas: Masukan Penting Kemajuan Sukabumi
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman diwawancara awak media di Pendopo / Foto: MediaAksara

Pemerintahan

Ribuan Pekerja SPPG Belum Terlindungi, Sekda Sukabumi: 402 SPPG, Baru Dua Bayar BPJS Kesehatan

Pemerintahan

Cegah Pernikahan Anak, DPPKB Sukabumi Perkuat Edukasi SSK dan Peran Keluarga