Home / Sosial Ekonomi

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:26 WIB

Krisis DTSEN! Warga Miskin Terdata Desil 7, Kecamatan Cikembar Gercep Dampingi Balita Diduga Gizi Buruk 

Penampakan rumah orangtua balita diduga gizi buruk terdata sebagai kategori mampu atau Desil 7 pada DTSEN, warga desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa 

SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Pemerintah Kecamatan Cikembar bergerak cepat menangani seorang balita yang diduga mengalami gizi buruk di Desa Bojongkembar, Kabupaten Sukabumi. Penanganan dilakukan bersama Pemerintah Desa Bojongkembar dan Puskesmas Cikembar untuk memastikan balita memperoleh layanan kesehatan optimal.

Sekretaris Kecamatan Cikembar, Lenni Nurliah, mengatakan informasi mengenai kondisi balita diterima dari Kepala Desa Bojongkembar yang aktif melakukan pemantauan langsung ke masyarakat.

“Setelah menerima laporan, pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa melakukan kunjungan ke rumah keluarga untuk melakukan asesmen awal,” ujarnya, Jumat (24/7/2026) di Kantor Kecamatan Cikembar.


Hasil penelusuran menunjukkan balita telah mendapatkan pendampingan dari Puskesmas Cikembar. Tim medis secara rutin melakukan pemeriksaan dan telah merekomendasikan rujukan ke rumah sakit guna penanganan lebih lanjut.

Namun, dalam prosesnya terkendala kelengkapan administrasi kependudukan keluarga. Selain itu, keluarga tercatat pada desil 7 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga belum memenuhi persyaratan untuk mengakses sejumlah bantuan sosial.

Sekretaris Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Lenni Nurliah diwawancara awak media / Foto: Istimewa
Sekretaris Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Lenni Nurliah diwawancara awak media / Foto: Istimewa

Pemerintah Kecamatan Cikembar kini memprioritaskan penyelesaian dokumen administrasi kependudukan agar kepesertaan BPJS Kesehatan dapat segera diproses. Koordinasi juga dilakukan bersama TKSK untuk menyesuaikan data sosial ekonomi keluarga sesuai kondisi yang sebenarnya.

Menurut Lenni, kondisi ekonomi keluarga tergolong memprihatinkan. Ayah balita belum memiliki pekerjaan tetap maupun rumah pribadi, sementara harus menghidupi lima orang anak.


Baca Juga :

Puskesmas Cikembar dijadwalkan kembali melakukan pemeriksaan medis guna memastikan kondisi kesehatan balita dan menentukan langkah penanganan berikutnya. Berdasarkan informasi keluarga, balita berusia sekitar lima tahun tersebut memiliki berat badan sekitar 13 kilogram, sulit mengonsumsi makanan dalam jumlah cukup, serta mengalami keluhan pada bagian perut.

Pemerintah Kecamatan Cikembar menegaskan komitmen untuk mendampingi keluarga hingga seluruh proses administrasi dan layanan kesehatan selesai. Jika berdasarkan hasil pemeriksaan medis balita harus dirujuk ke rumah sakit, pemerintah akan membantu penyelesaian seluruh persyaratan administrasi.

Selain itu, balita telah menerima makanan bergizi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Bojongkembar sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan gizi selama proses penanganan berlangsung.

 

Reporter : De

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Sosial Ekonomi

Gerai Dekranasda Jadi Sarana Promosi Produk UMKM Sukabumi ke Wisatawan ‎

Sosial Ekonomi

Pendamping Sosial Jampangkulon Perbarui Data DTSEN Warga Desa Tanjung Usai Viral di Media Sosial

Sosial Ekonomi

‎51 Rumah Tak Layak Huni di Ciambar Dapat Bantuan BSPS 2026, Pemdes Gelar Tender Rakyat ‎

Sosial Ekonomi

‎7 Warga Bojonggenteng Terima Bantuan Rutilahu 2026, Anggaran Rp20 Juta per Rumah

Sosial Ekonomi

Rutilahu Cicurug 2026: Disperkim Sukabumi Intervensi 7 dari 12 Usulan Rutilahu ‎

Sosial Ekonomi

Wabup Sukabumi Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Kesiapsiagaan Diperkuat

Sosial Ekonomi

Gerak Sosial YFSBBP Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Kalibunder ‎

Sosial Ekonomi

Keterbatasan Tak Halangi Karya: Difabel Cipuntang Sukabumi Lukis Wajah Mirip KDM dan Menulis Sastra