Momen Petugas RSUD R Syamsudin SH sigap tangani anak gizi buruk keluarga miskin dihadapan Dandim 0607 Kota Sukabumi, Rabu (3/9) / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Pemandangan memilukan terjadi di Kampung Kutamaneuh, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Rabu (3/9/2025). Much Billal Tajudin Sopian (11), bocah kurus dengan tubuh tinggal tulang akibat gizi buruk, akhirnya harus dievakuasi oleh Komandan Kodim (Dandim) 0607/Kota Sukabumi, Letkol Czi Indra Gunawan, ke RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi.
Billal adalah anak pasangan Pian (40) dan Ratih Apriliani (35), keluarga miskin yang hidup dari penghasilan ayah dari serabutan sebagai buruh tani. Berat badannya hanya 17,3 kilogram, jauh di bawah standar normal anak seusianya. Tubuhnya lemah, rapuh, dan tak mampu beraktivitas layaknya anak-anak lain.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Cikujang, Ika Karmilah, kepada MediaAksara mengaku baru mendapat laporan pada Selasa (2/9/2025) sekitar pukul 18.00 WIB dari warga yang menerima ayah Bilal bekerja.
“Saya langsung ke rumahnya Rabu pagi untuk melihat kondisi Bilal. Saya menyesal baru tahu sampai menangis,” ungkapnya melalui seluler pada Rabu (3/9) malam.
Menurut Ika, keluarga Billal tidak memiliki BPJS Kesehatan dan tidak terdaftar penerima bantuan sosial (Bansos) , namun sudah diusulkan melalui Puskesos desa.
“Sebelumnya Bilal juga sempat berobat ke PONED Desa Cikujang pada Senin (1/9). Saat evakuasi, saya ikut mendampingi Pak Dandim hingga ke RSUD, sekaligus penanggungjawab mengurus administrasi pasien karena keluarga tidak punya ponsel,” tambahnya.
Terkait pembiayaan pengobatan di RSUD R. Syamsudin SH bukan milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Ika memastikan tidak akan dibebankan kepada keluarga pasien.
Baca: https://mediaaksara.id/viral-keracunan-mbg-dan-gizi-buruk-kadinkes-sukabumi-agus-buka-suara/
“Untuk teknisnya, saya belum bisa komentar lebih jauh. Yang jelas, tidak ada beban biaya kepada keluarga,” tegasnya.
Kades juga mengingatkan para kader posyandu dan perangkat desa untuk lebih sigap dalam mendeteksi masalah kesehatan warga.
“Kami sudah himbau RT dan kader agar segera melaporkan jika ada kasus darurat seperti ini. TKSK dan mitra sosial pemdes juga kami minta bergerak cepat supaya masalah sosial bisa ditangani tepat sasaran,” pungkasnya.
Redaktur: Rapik Utama







