Home / Pemerintahan

Rabu, 3 September 2025 - 08:25 WIB

Viral Keracunan MBG dan Gizi Buruk, Kadinkes Sukabumi Agus Buka Suara! 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi diwawancara awak media di kantor PWI Kabupaten Sukabumi, Selasa (2/9/2025) / Foto: MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, menegaskan peran instansinya dalam mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan, tugas Dinkes lebih pada aspek pengawasan perizinan, bukan pemantauan langsung setiap hari ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Peran Dinkes di program MBG hanya sebatas pengawasan, terutama pada proses awal perizinan sarana dan prasarana . Tapi kalau tiap hari harus mengontrol, kami tidak diberi kewenangan,” ujar Agus Sanusi saat ditemui usai Podcast Klarifikasi PWI Kabupaten Sukabumi, Selasa (2/9/2025).

Baca: https://mediaaksara.id/ribuan-umat-hadiri-maulid-nabi-muhammad-saw-haul-akbar-ke-10-pangersa-uwa-zezen-di-ponpes-azzainiyyah-sukabumi/

Agus juga menanggapi laporan dugaan kasus keracunan makanan yang dikaitkan dengan program MBG. Menurutnya, dari informasi yang diterima, terdapat dua dugaan keracunan massal di Kecamatan Sagaranten dan Parakansalak, serta satu kasus dugaan keracunan di Kabandungan.

Namun, disinggung uji laboratorium makanan, Agus menegaskan hal tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bukan Kabupaten Sukabumi.

Baca: https://mediaaksara.id/remaja-obesitas-menahun-yang-belum-terdaftar-bpjs-kesehatan-pemdes-bantarkalong-gercep-bantu/

“Mohon maaf, mekanisme tes laboratorium makanan itu ranah provinsi, bukan kewenangan kabupaten,” kilahnya.

Meski demikian, ia memastikan Dinkes selalu berada di garda terdepan jika terjadi insiden. “Kalau ada korban keracunan, tentu tim puskesmas yang pertama kali memberikan penanganan medis,” terangnya.

Baca: https://mediaaksara.id/kasus-balita-raya-jadi-evaluasi-dinkes-sukabumi-raya-terdeteksi-tbc-intruksikan-puskesmas-rujuk-warga-tidak-mampu-ke-rs-pemkab/

Selain itu, Agus juga menyinggung persoalan gizi buruk di Sukabumi. Ia mengimbau masyarakat agar segera membawa anak yang terindikasim engalami gejala gizi buruk ke puskesmas untuk ditangani lebih lanjut.

“Kalau ditemukan indikasi gizi buruk, apalagi yang sudah lama, segera bawa ke puskesmas. Jika butuh penanganan lanjutan, kami siap membantu rujukan ke rumah sakit milik Pemkab Sukabumi maupun ke rumah sakit provinsi Jawa Barat agar tidak terhambat anggaran pengobatan,” pungkasnya.

 

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

RSUD Sekarwangi Mulai Layani Tindakan Diagnostik Jantung, Pasien Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Daerah Sukabumi ‎

Pemerintahan

Petani Bagja Sutra Datangi DPTR Sukabumi, Minta Hasil Audiensi Segera Ditindaklanjuti

Pemerintahan

Wali Kota Sukabumi Dorong Birokrasi Bersih dan Pengelolaan Sampah Mandiri Warga Benteng  ‎

Pemerintahan

Lantik 62 Pejabat, Wali Kota Sukabumi Soroti Stunting hingga Pengangguran ‎

Pemerintahan

Puluhan Tahun Menumpang Listrik, Impian Warga Bandung Barat Miliki Meteran Sendiri Terwujud ‎

Pemerintahan

PLN Group Jawa Barat Targetkan 2.710 Keluarga Prasejahtera Nikmati Sambungan Listrik Gratis

Pemerintahan

Konsultasi Publik Cut and Fill PT Cosmo di Sukabumi Disorot, Warga Pertanyakan Legalitas Lahan

Pemerintahan

Imigrasi Sukabumi Serahkan WNA Malaysia ke Kejari, Berkas Perkara Dinyatakan P21 ‎