Home / Sosial Ekonomi

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:48 WIB

Lansia 60 Tahun Warga Parungkuda Masih Bertahan Jualan di Pinggir Jalan, “Kalau Berhenti, Saya Tidak Makan”

Mohan Lansia 60 tahun warga Desa Palasari Hilir, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi masih bertahan jualan boneka di Jalan Alternatif Nagrak-Cibadak/ Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Di tengah sukaria perayaan hari raya Iduladha 1447 Hijriah/ 2026 Masehi. Terselip makna semangat hidup seorang pria lanjut usia tampak duduk di atas karung putih kusam sambil menjaga dagangan boneka ditemani teriknya matahari di Jalan Alternatif Nagrak-Cibadak. Pria itu adalah Mohan (60), warga Desa Palasari Hilir, Kecamatan Parungkuda,Kabupaten Sukabumi.

Mohan adalah pedagang keliling yang sudah puluhan tahun bertahan mencari nafkah di jalanan demi sekadar menyambung hidup. Bagi warga sekitar yang kerap melintas, sosok Mohan sudah tidak asing. Dengan senyum sederhana, ia tetap menawarkan dagangannya meski usia dan kondisi fisik tak lagi muda. Namun di balik keramahan itu, tersimpan perjuangan panjang yang tak mudah dijalani.

“Sekarang buat makan sehari-hari saja susah. Tapi saya nggak bisa berhenti. Kalau berhenti, nggak makan,” lirihnya.


Selama lebih dari 25 tahun berdagang di Sukabumi, Mohan mengaku kondisi ekonomi semakin berat. Apa saja yang bisa dijual, akan ia bawa demi memastikan ada makanan di meja setiap hari.

Di usia yang seharusnya menjadi masa menikmati hari tua, Mohan justru masih harus berjalan dari pagi hingga malam. Kakinya mulai lelah, tubuhnya tak lagi sekuat dulu, namun keadaan memaksanya terus bertahan.


Kehidupannya juga diwarnai cobaan lain. Tujuh tahun lalu, rumah tangganya kandas setelah 15 tahun pernikahan. Sejak saat itu, ia kehilangan tempat tinggal dan harus menumpang di rumah rekan sesama pedagang karena tidak mampu mengontrak rumah sendiri.

“Alhamdulillah masih ada teman yang mau menampung. Kalau ngontrak, saya nggak sanggup,” katanya sambil menunduk.


Ironisnya, hingga kini Mohan mengaku belum pernah menerima bantuan pemerintah. Di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi usia lanjut, ia hanya berharap ada perhatian kecil untuk keberlangsungan hidupnya.

“Cuma ingin bantuan modal supaya dagangan bisa berkembang, jaminan kesehatan kalau sakit, dan rumah kecil satu petak saja buat berteduh,” tuturnya.

Kisah Mohan menjadi potret kehidupan banyak lansia yang masih harus bekerja keras di tengah keterbatasan usia. Saat sebagian orang menikmati masa pensiun bersama keluarga, tidak sedikit yang tetap berjuang di jalanan demi bertahan hidup.

 

Sumber: @RDT

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Sosial Ekonomi

PLN Sukabumi Kirim Bantuan ke NTT, Trauma Healing Jadi Dukungan bagi Anak Korban Bencana ‎

Sosial Ekonomi

Tagana Dinsos Asesmen Rutilahu Ibu Jijah di Ciambar, Dorong Penanganan dan Bansos bagi Warga Rentan di Sukabumi

Sosial Ekonomi

Bedah Rutilahu DPU Sukabumi di Gegerbitung, Kades Caringin dan Camat Apresiasi Giat Sosial Hari Bakti PU  ‎

Sosial Ekonomi

Bantuan Sosial Bah Jumha Disalurkan PDIP Sukabumi, Warga Soroti Rumah Tak Layak Huni

Sosial Ekonomi

Rumah Ludes Terbakar di Cikembar, Uang Rp5 Juta dan Motor Hangus: Jahid Berharap Hikmah Bisa Bangun Rumah Lagi

Sosial Ekonomi

Tim Puskesmas Girijaya Datangi Rutilahu Abah Jumha, Pastikan Kondisi Kesehatan Keluarga Tetap Terpantau

Sosial Ekonomi

Potret Kemiskinan Abah Jumha Bertahan di Samping Kandang Domba: Tanah Numpang, Sang Anak Sakit Tak Bisa Bekerja

Sosial Ekonomi

Dua Rumah Hangus Terbakar, Pemkab Sukabumi Salurkan Bantuan Korban di Sagaranten